Orang-orang yang kedapatan merusak Washington Reflecting Pool harus diadili sepenuhnya, kata Jaksa AS Pirro

Seorang pekerja menyedot ganggang dari Lincoln Memorial Reflecting Pool, setelah renovasi baru-baru ini mengikuti arahan dari Presiden AS Donald Trump untuk mengecatnya dengan warna biru menjelang peringatan 250 tahun Kemerdekaan AS, di Washington, DC, AS pada 21 Juni 2026. | Kredit Foto: Reuters Orang yang kedapatan merusak Kolam Pantulan Lincoln Memorial di National Mall Washington akan ‌dituntut sepenuhnya, kata Jaksa AS Jeanine Pirro, Minggu (21 Juni 2026).Presiden Donald Trump menyalahkan ⁠vandalisme atas masalah baru-baru ini pada kolam yang baru direnovasi, termasuk cat birunya yang terkelupas. Pernyataan atas vandalisme ‌telah dikeluarkan, kata Pirro pada hari Minggu, seraya menambahkan bahwa kejahatan kecil pun harus ‌dituntut untuk menjaga keamanan ibu kota AS. ‌Cat yang terkelupas ⁠terlihat di kolam persegi panjang sepanjang 2.000 kaki, ⁠sebuah landmark nasional utama, kurang dari dua minggu setelah Trump menyatakan proyek renovasi senilai $14,7 juta selesai pada 6 Juni. Trump pada hari Sabtu (Juni 20, 2026) mengklaim, tanpa memberikan ‌bukti, bahwa pengacau menuangkan bahan kimia korosif ke dalam kolam. “Siapa pun yang berada dalam posisi melakukan vandalisme atau mencoba melakukan vandalisme akan menghadapi ‌sistem peradilan pidana di DC,” kata Pirro kepada program “Sunday Briefing” Fox News. Dalam postingan Truth Social pada Minggu (21 Juni 2026), Trump menyalahkan orang-orang yang “sakit” dan “gila” atas kondisi kolam yang “dirusak parah” saat ini. Dia sebelumnya telah memposting bahwa kolam akan dikeringkan untuk perbaikan. Kolam tersebut juga mengalami pertumbuhan alga yang membuat air tampak hijau. Mereka yang menambahkan produk yang dapat menghasilkan alga ke dalam kolam dapat menghadapi tuntutan yang lebih berat, kata Pirro. Para pekerja dari Dinas Taman Nasional awal ‌pekan ini menuangkan hidrogen peroksida ke dalam kolam untuk membasmi alga tersebut. Trump pertama kali melontarkan tuduhan vandalisme pada hari Jumat, ketika ia memposting di ⁠media sosial bahwa 75% alga tersebut ⁠hilang. Dia juga menuduh jurnalis ABC News Jonathan Karl “mencoba merobek karet dari permukaan” kolam. ABC tidak segera menanggapi permintaan komentar. Diterbitkan – 22 Juni 2026 04:41 IST


Diterbitkan : 2026-06-21 23:11:00

sumber : www.thehindu.com