Tangki air yang runtuh sebagian memicu kekhawatiran keselamatan
Dengan diperkirakan musim hujan akan semakin kuat, kekhawatiran muncul mengenai kemungkinan kerusakan struktural lebih lanjut pada tangki air yang runtuh sebagian di Thammanam, karena tidak ada pekerjaan penguatan yang dilakukan pada ruang yang rusak. “Membiarkan tangki yang runtuh seperti apa adanya adalah berbahaya. Hal ini memerlukan pengawasan yang ketat dan intervensi yang cermat. Bagian yang runtuh dan rusak harus disingkirkan, dan tanah perlu distabilkan. Hal ini diperlukan untuk memastikan integritas struktural dan mengubah struktur menjadi satu unit monolitik yang tidak terpisahkan,” kata sumber KWA. Runtuhnya Kamar 1 Pembangunan tangki kembar berkapasitas 1,35 crore liter di Thammanam pada 10 November tahun lalu telah mengganggu pasokan air di beberapa bagian Kochi. Tujuh bulan setelah kejadian tersebut, tidak ada kemajuan yang dicapai atas proposal yang diajukan oleh KWA untuk mengatasi kerusakan struktural yang disebabkan oleh tangki tersebut atau untuk membangun yang baru. Salah satu usulannya adalah membangun tangki baru berkapasitas 35 lakh liter di tanah milik KWA di Thammanam. Pihak lainnya mempertimbangkan untuk mendesain ulang Kamar 1 dan terus menggunakannya setelah melakukan modifikasi struktural yang diperlukan, mengingat kamar kedua tetap beroperasi. Meskipun proposal desain ulang telah diajukan, komite ahli yang mempelajari tangki tersebut memutuskan untuk tidak merestorasi bagian yang runtuh dan malah merekomendasikan pembangunan tangki baru. Namun, usulan tangki di permukaan tanah masih menunggu sanksi administratif. “Mengabaikan masalah ini dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut di masa depan, yang dapat merusak seluruh struktur, termasuk Kamar 2 waduk yang saat ini berfungsi,” kata sumber tersebut. Sekalipun ruangan tersebut tidak digunakan sebagai reservoir, strukturnya perlu diperkuat dan bagian yang rusak dihilangkan untuk menjamin stabilitas struktur. “Di kompleks yang sama juga terdapat tangki lain, yang sudah tua. Kita perlu memperkuat tangki-tangki ini untuk menghindari kerusakan dan kerusakan lebih lanjut,” kata sumber tersebut. Sumber tersebut menambahkan bahwa lima atau enam tangki tua yang masih beroperasi di kota tersebut mungkin akan mengalami gangguan struktural dalam waktu dekat dan perlu diperkuat. “Kita perlu fokus pada ketahanan iklim. Angin asin dan salinitas tanah akibat kedekatan negara bagian ini dengan laut mengikis struktur-struktur ini, menyebabkan kerusakan struktural. Hal ini perlu diatasi untuk mencegah bencana apa pun,” tambah sumber tersebut. Diterbitkan – 21 Juni 2026 19:57 IST
Diterbitkan : 2026-06-21 19:51:00
sumber : www.thehindu.com



