Mantan kepala intelijen Sallay ‘mengarahkan’ pemboman Paskah tahun 2019, kata Menteri Sri Lanka

Aktivis Oposisi Sri Lanka yang menuntut pembebasan Suresh Sallay ikut serta dalam protes duduk di Kolombo. | Kredit Foto: AFP Menteri Keamanan Publik Sri Lanka mengatakan kepada parlemen pada Rabu (10 Juni 2026) bahwa mantan kepala intelijen negara itu mengarahkan serangan Minggu Paskah tahun 2019, dalam pernyataan resmi pertama yang mengaitkannya langsung dengan pemboman yang menewaskan 279 orang. Menteri Ananda Wijepala mengatakan Mayor Jenderal Suresh Sallay, yang ditangkap pada bulan Februari atas tuduhan “membantu dan bersekongkol” dalam serangan itu, telah mengidentifikasi sebuah gereja Katolik sebagai sasarannya. dibom.Serangan teror terburuk di Sri Lanka terhadap warga sipil adalah pemboman terhadap tiga hotel kelas atas di ibukota, dua gereja Katolik Roma dan sebuah gereja Protestan evangelis di luar Kolombo. tambah.Tn. Sallay, melalui pengacaranya, membantah terlibat.Mr. Wijepala mengatakan Sallay dirawat di rumah sakit pada hari Minggu setelah melancarkan mogok makan saat ditahan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Terorisme. Aktivis oposisi telah melakukan demonstrasi di Kolombo menuntut pembebasannya dari tahanan. Setelah interogasi Sallay, penyelidik telah mendapatkan perintah pengadilan yang mencegah mantan Presiden Gotabaya Rajapaksa meninggalkan pulau tersebut. Mr. Sallay diangkat sebagai kepala Badan Intelijen Negara (SIS), badan mata-mata utama negara itu, pada tahun 2019, segera setelah Rajapaksa menjadi presiden. Ia juga mengepalai unit intelijen militer sebelum mengambil alih SIS. Stasiun televisi Inggris Channel 4 melaporkan pada tahun 2023 bahwa Sallay terkait dengan kelompok Islamis yang melakukan bom bunuh diri dan telah bertemu dengan mereka sebelum serangan tersebut. pemilu mendukung Rajapaksa. Dua hari setelah pengeboman, Rajapaksa mendeklarasikan pencalonannya dan memenangkan pemilu bulan November dengan telak setelah berjanji untuk memberantas ekstremisme Islam. Departemen Investigasi Kriminal tidak menetapkan Rajapaksa sebagai tersangka, namun sumber resmi mengatakan bahwa ia kemungkinan akan segera diinterogasi. Diterbitkan – 11 Juni 2026 07:31 IST


Diterbitkan : 2026-06-11 02:02:00

sumber : www.thehindu.com