Meta menyangkal teknologi pemindaian wajah pada kacamata pintar AI, lalu diam-diam menghapus buktinya

Masalah privasi kacamata pintar Meta telah mengambil arah lain. Setelah WIRED menemukan referensi identifikasi wajah yang tidak aktif di dalam aplikasi Meta AI, kode yang sama kini dilaporkan menghilang dalam pembaruan aplikasi selanjutnya. Aplikasi kacamata pintar Meta membawa jejak fungsi ID Wajah. Kode tersebut dilaporkan terhubung ke upaya internal yang disebut “NameTag.” WIRED menemukan bahwa sistem tersebut tidak diaktifkan untuk pengguna, namun kehadirannya menunjukkan bahwa Meta telah melampaui konsep yang longgar dan telah mulai menguji bagaimana identifikasi wajah dapat bekerja di dalam ekosistem kacamata pintarnya. Menurut WIRED, sistem yang tidak aktif tampaknya memproses wajah menjadi pengidentifikasi pada perangkat yang dapat dicocokkan dengan informasi yang disimpan sebelumnya. Hal ini masih berbeda dengan peluncuran publik pengenalan wajah pada kacamata pintar Ray-Ban Meta, namun hal ini menunjukkan mengapa penemuan ini menarik perhatian. Meta Masalahnya lebih sensitif karena ini tidak disembunyikan dalam demo penelitian atau build khusus pengembang. Itu muncul di aplikasi yang berinteraksi dengan pemilik kacamata pintar biasa. Untuk perangkat wearable yang dilengkapi kamera yang dimaksudkan untuk dipakai di ruang publik, bahkan referensi pengenalan wajah yang tidak aktif saja sudah cukup untuk menimbulkan pertanyaan tentang persetujuan dan seberapa banyak yang sebenarnya diketahui pengguna tentang apa yang sedang diuji di balik layar. Kelompok hak-hak sipil sudah membunyikan alarm. Ini bukan tanda peringatan pertama seputar ambisi kacamata pintar Meta. Sebelumnya dilaporkan bahwa kelompok hak-hak sipil tidak senang dengan rencana Meta untuk menghadirkan pengenalan wajah ke kacamata AI-nya. Para pendukung hak-hak sipil berpendapat bahwa fitur yang mampu mengidentifikasi orang melalui kamera yang dapat dipakai dapat menimbulkan risiko privasi bagi orang-orang yang tidak pernah setuju untuk dipindai, sekaligus memperluas jangkauan pengawasan di lingkungan publik sehari-hari. Meta Kekhawatiran itu semakin tajam setelah penghapusan kode. Eksekutif komunikasi meta Andy Stone mengatakan kepada WIRED bahwa fitur tersebut adalah bagian dari uji coba dan perusahaan belum memutuskan apakah akan menggunakannya. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa fitur tersebut tidak aktif, namun tidak menjawab mengapa kode ID Wajah muncul di aplikasi yang dibuat untuk pemilik kacamata pintar biasa. Sejarah Meta dengan teknologi juga membuat hal ini lebih sulit untuk diabaikan. Pada tahun 2021, Facebook mengatakan akan menutup sistem pengenalan wajahnya dan menghapus template pengenalan wajah untuk lebih dari satu miliar pengguna, dengan alasan masalah privasi dan peraturan. Laporan terbaru tidak membuktikan pengenalan wajah akan segera hadir di kacamata Meta. Namun ketika kode ID wajah yang tidak aktif muncul di aplikasi konsumen dan kemudian menghilang setelah dilaporkan, semakin sulit untuk menganggap ketertarikan Meta sebagai sesuatu yang murni teoretis.
Diterbitkan : 2026-06-09 15:48:00
sumber : www.digitaltrends.com



