CFTRI-Mysuru memanfaatkan AI untuk keamanan pangan dan manajemen pasca panen
Direktur CSIR–CFTRI Giridhar Parvatham berpidato pada konferensi pers di Mysuru pada hari Selasa. Dia berbicara tentang integrasi kecerdasan buatan ke dalam penelitian CSIR–CFTRI. KREDIT FOTO: MA Sriram / Umat Hindu. | Kredit Foto: MA Sriram Kecerdasan buatan mulai diterapkan di laboratorium penelitian Council of Scientific and Industrial Research–Central Food Technological Research Institute (CSIR-CFTRI) di Mysuru, dan para ilmuwan sedang menjajaki cara untuk mengintegrasikan teknologi berbasis AI ke dalam pengolahan pangan, keamanan pangan, dan manajemen pascapanen demi manfaat masyarakat. Meskipun inisiatif penelitian berbasis AI baru mendapatkan momentumnya, para ilmuwan CFTRI berupaya memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengatasi tantangan yang sudah berlangsung lama di sektor pangan. Salah satu bidang fokus utamanya adalah mengatasi tantangan yang ada. kontaminasi jamur pada biji-bijian pangan dan komoditas lainnya selama penyimpanan pasca panen. Produk makanan yang disimpan dalam silo dan gudang seringkali rentan terhadap serangan jamur, sehingga menyebabkan pembusukan dan penurunan kualitas. Untuk mengatasi masalah ini, CFTRI telah mengembangkan teknologi berbasis ozon yang diyakini efektif mencegah kontaminasi jamur. Teknologi tersebut saat ini mampu mengolah stok pangan mulai dari 50 kg hingga 100 kg. Para ilmuwan kini sedang mengembangkan prototipe yang dapat diperluas untuk digunakan di gudang-gudang besar, tempat biji-bijian makanan disimpan dalam jumlah yang mencapai lakh ton. “Pengumpulan data telah selesai, dan aspek-aspek terkait logistik sedang dikerjakan. Kami membuat kemajuan dalam proyek ini,” kata Giridhar Parvatam, Direktur CFTRI. Bidang lain yang menerapkan AI adalah penyimpanan dan pemilahan bawang merah. Tanaman bawang merah seringkali terserang infeksi jamur sehingga mengakibatkan kerugian pasca panen yang cukup besar. CFTRI sedang mengembangkan teknologi berbasis AI yang dapat mengidentifikasi dan memisahkan bawang bombay yang sehat dari bawang bombay yang terinfeksi jamur. Lembaga ini juga mengembangkan algoritme AI untuk menilai dan menyortir produk makanan guna memungkinkan penilaian kualitas yang lebih cepat dan akurat. Berbicara kepada wartawan di Mysuru pada hari Selasa, Dr. Parvatam mengatakan bahwa para ilmuwan juga sedang mengerjakan penelitian terkait makanan luar angkasa dan nutrisi olahraga. Rincian proyek-proyek ini akan diumumkan setelah studi selesai. Diterbitkan – 09 Juni 2026 20:14 IST
Diterbitkan : 2026-06-09 14:44:00
sumber : www.thehindu.com



