Robot humanoid dengan kecerdasan yang diwujudkan untuk menjalankan toko serba ada 24/7 di Hong Kong
Hong Kong sedang bersiap untuk membuka toko serba ada pertamanya yang dioperasikan oleh robot humanoid, menandai langkah baru dalam upaya kota tersebut untuk menghadirkan kecerdasan buatan ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Gerai 24 jam ini akan berlokasi di tepi pantai Hung Hom dan diharapkan dapat melayani warga dan pengunjung dalam berbagai bahasa. Menteri Keuangan Paul Chan mengungkapkan rencana tersebut dalam blog mingguannya, dan menggambarkan proyek tersebut sebagai bagian dari upaya Hong Kong yang lebih luas untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kecerdasan buatan dan mendukung penerapan teknologi yang praktis dan dapat diterapkan pada masyarakat. Toko ini sedang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok daratan yang berspesialisasi dalam perwujudan AI. Peluncurannya di Hong Kong akan menjadi usaha pertama perusahaan tersebut di luar daratan, sebuah langkah yang digambarkan Chan sebagai dukungan terhadap pasar terbuka kota tersebut dan perannya sebagai tempat pameran inovasi global. Robot humanoid di belakang konter Toko akan ditenagai oleh robot humanoid yang diberi nama “Xiao Gai”, yang dirancang untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan saat mereka mendekati gerai. Robot ini dapat memulai percakapan ramah, mendorong penjelajahan, dan mendukung pembelian di dalam ruang ritel yang kompak. Toko itu sendiri akan menggunakan format kapsul sembilan meter persegi yang dapat dikonfigurasi untuk berbagai kategori produk. Sesuai rincian yang diberikan, bisa menjual makanan ringan, merchandise kreatif, bahkan obat-obatan bebas. Model ini mengikuti toko “Galaxy Space Capsule” milik perusahaan sebelumnya di distrik Haidian, Beijing. Gerai tersebut disebut-sebut sebagai toko ritel pertama di dunia yang secara rutin dioperasikan oleh robot humanoid dan dilaporkan telah melayani sekitar 1.000 pelanggan setiap hari sejak awal Agustus. Bagi Hong Kong, kapsul tepi laut ini diposisikan tidak hanya sebagai eksperimen ritel, namun juga sebagai demonstrasi kepada publik tentang bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam lingkungan kota pada umumnya. Embodied AI berpindah ke ritel publik. Embodied AI mengacu pada kecerdasan buatan yang ditempatkan di dalam sistem fisik, termasuk robot dan kendaraan otonom. Sistem ini menggunakan sensor untuk membaca lingkungan sekitar, membuat keputusan instan, dan berinteraksi dengan dunia nyata. Dalam kasus toko serba ada robot humanoid, ini berarti AI tidak terbatas pada layar atau antarmuka chatbot. Sebaliknya, ini menjadi bagian dari lingkungan layanan fisik di mana pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan robot. Perusahaan mengatakan format kapsul dapat membantu menarik pelanggan dan menciptakan citra layanan berteknologi tinggi untuk kota tuan rumah. Mereka mengklaim lalu lintas pelanggan di sekitar dapat meningkat 30-40 persen setelah pemasangan. Perusahaan tersebut berencana meluncurkan 100 kapsul serupa di 10 kota dalam beberapa bulan mendatang. Hong Kong mendorong adopsi AI Toko yang dikelola robot ini hadir seiring dengan upaya Hong Kong untuk memperkuat posisinya dalam mewujudkan kecerdasan, bakat, dan inovasi. Chan juga mengungkapkan bahwa komite pemerintah tingkat tinggi untuk pengembangan AI telah dibentuk di kota tersebut. Komite tersebut diperkirakan akan mengadakan pertemuan pertamanya bulan ini. Langkah ini menandakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan lebih dari sekedar perencanaan kebijakan AI jangka panjang dan menuju penerapan praktis yang dapat dirasakan langsung oleh penduduk dan pengunjung.
Diterbitkan : 2026-06-08 10:06:00
sumber : interestingengineering.com



