Dokter pemerintah melakukan protes di seluruh Telangana atas proses transfer, menuduh pelanggaran GO 38
Anggota Asosiasi Dokter Pemerintah Telangana menggelar protes. Foto digunakan untuk tujuan representasi saja. | Kredit Foto: Para dokter Pemerintahan Hindu di seluruh Telangana melakukan protes pada hari Jumat (5 Juni 2026) terhadap proses pemindahan yang sedang berlangsung, dengan tuduhan bahwa ketentuan Peraturan Pemerintah (GO) No. 38 tidak dilaksanakan secara tersurat dan tersurat. Agitasi tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Dokter Pemerintah Telangana (TGGDA), dengan demonstrasi diadakan di rumah sakit besar pemerintah, termasuk Rumah Sakit Umum Osmania, Rumah Sakit Gandhi serta rumah sakit distrik di seluruh Negara Bagian. Pidato pada pertemuan di Osmania Di Rumah Sakit Umum Daerah, Jumat (5 Juni 2026) pagi, anggota TGGDA Dr. Bongu Ramesh menuduh beberapa kategori dokter yang memenuhi syarat untuk dipertimbangkan sebagai prioritas tidak dapat menggunakan pilihan transfernya dengan baik. Ia secara khusus menyuarakan keprihatinan mengenai penerapan kriteria pasangan, yang mengharuskan suami dan istri ditempatkan di lokasi yang sama atau berdekatan. “Meskipun telah berulang kali disampaikan kepada pejabat senior dan Departemen Kesehatan selama sebulan terakhir, beberapa kekhawatiran masih belum terselesaikan. Individu yang memenuhi syarat dalam kategori pasangan dan permintaan transfer menghadapi kesulitan dalam mengajukan atau melaksanakan pilihan mereka melalui sistem online,” tambahnya. Perwakilan asosiasi juga mempertanyakan transparansi daftar lowongan yang ditampilkan selama proses transfer. Mereka menuduh bahwa lowongan yang timbul dari retensi pengurus tertentu dan kategori lainnya tidak tercermin secara memadai, sehingga membatasi pilihan yang tersedia bagi pencari pindahan. Sementara itu, Departemen Pendidikan Kedokteran (DME) membantah laporan adanya gangguan terhadap layanan kesehatan akibat protes tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Direktur Pendidikan Kedokteran Dr. Narendra Kumar mengatakan layanan rawat jalan (OP), rawat inap (IP) dan bedah terus berjalan normal di semua rumah sakit pemerintah. Ia menegaskan, pasien tidak mengalami ketidaknyamanan dan menegaskan bahwa proses transfer dilakukan sepenuhnya transparan melalui sistem online. Diterbitkan – 05 Juni 2026 11:15 IST
Diterbitkan : 2026-06-05 05:45:00
sumber : www.thehindu.com



