Ketegangan yang berlangsung selama 96 jam di Benggala Barat akan mencapai akhirnya pada Senin besok. Menjelang siang, semua orang akan mengetahui siapa yang akan tersenyum terakhir—Modi atau Didi. Dengan terbitnya hari baru, tirai drama pemilu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akan terangkat. Sejak kemerdekaan India, belum pernah ada persaingan politik setajam ini di Benggala Barat. Rasa penasaran “apa yang akan terjadi” juga belum pernah sebesar ini. Tak heran, perhatian seluruh India kini tertuju pada Benggala Barat.
Bukan hanya di sana, perhatian dari Bangladesh juga tertuju ke wilayah ini. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana perubahan politik di seberang perbatasan dapat memengaruhi hubungan kedua negara. Selama empat hari terakhir, pertanyaan “apa yang akan terjadi” terus bergema di berbagai percakapan.
Penghitungan suara akan dimulai pada Senin pukul 08.00 waktu setempat, dimulai dengan surat suara pos, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan mesin EVM. Pada 2021, penghitungan dilakukan di 108 pusat di seluruh distrik negara bagian. Kali ini, Komisi Pemilihan awalnya mengurangi jumlah pusat menjadi 87, lalu kembali dikurangi menjadi 77. Di Kolkata, terdapat 11 daerah pemilihan yang penghitungan suaranya akan dilakukan di lima pusat.
Mesin EVM telah disegel di hadapan agen kandidat setelah pemungutan suara selesai dan disimpan di ruang penyimpanan khusus (strong room). Selama empat hari terakhir, kader dari dua partai utama—Trinamool Congress (TMC) dan BJP—bergantian menjaga lokasi tersebut, bersama pasukan keamanan pusat.
Kedua pihak telah memberikan instruksi kepada para pekerja partai terkait proses penghitungan. Pada Sabtu lalu, Ketua Menteri Mamata Banerjee dan Sekretaris Jenderal TMC Abhishek Banerjee memberikan arahan melalui pertemuan virtual. Mereka memperingatkan kemungkinan kecurangan dan menegaskan bahwa tidak satu pun suara boleh dicuri.
Selain itu, Mamata juga menginstruksikan agar sekitar 5.000 kader tetap berada di luar batas area penghitungan di setiap pusat. Kantor-kantor partai diminta tetap buka sejak pagi dan penuh aktivitas. Kantor Abhishek Banerjee juga dibuka terus-menerus untuk menerima laporan jika terjadi masalah.
Di pihak BJP, aktivitas juga meningkat. Pimpinan BJP di negara bagian merasakan “angin perubahan” dan meminta para kader siap dalam segala hal. Meski aktivitas mereka terlihat sedikit lebih tenang dibanding TMC, mereka percaya bahwa Komisi Pemilihan dan pasukan pusat telah memastikan proses pemilu berjalan damai. Mereka juga relatif tidak khawatir terhadap kecurangan dalam penghitungan.
Seorang pemimpin BJP yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pemilu kali ini berbeda dari sebelumnya, dan untuk pertama kalinya Komisi Pemilihan mampu menjamin pemungutan suara yang bebas hambatan. Ia juga menyebut bahwa hasilnya akan mencerminkan keinginan rakyat untuk perubahan. Para kader BJP bahkan diminta berdoa di kuil-kuil pada hari Minggu.
Kader BJP juga turut menjaga strong room, dengan peran besar diberikan kepada anggota perempuan. Meski jumlah agen dan kader terlatih mereka lebih sedikit dibanding TMC, BJP berusaha menutup kekurangan itu melalui pelatihan dan workshop di berbagai distrik.
Selama empat hari terakhir, spekulasi terus berlanjut mengenai siapa yang akan menang—Narendra Modi atau Mamata Banerjee. Bahkan lembaga survei ternama seperti Axis My India dan C-Voter tidak berani memberikan prediksi pasti. Secara umum, hasil exit poll menunjukkan BJP unggul di beberapa negara bagian lain, namun di Benggala Barat hasilnya masih penuh ketidakpastian.
Banyak faktor yang masih menjadi tanda tanya: apakah isu identitas regional memengaruhi pemilih, apakah sentimen anti-pemerintah cukup kuat, apakah dukungan dari perempuan dan komunitas Muslim tetap solid untuk Mamata, serta apakah keinginan perubahan benar-benar merata hingga ke pedesaan.
Tingkat partisipasi pemilih yang tinggi juga memunculkan berbagai analisis. Apakah BJP mampu menandingi kekuatan organisasi TMC dengan dukungan aparat pusat, masih menjadi perdebatan. Sebagian kalangan menilai kelas menengah dan atas mungkin condong ke Modi, tetapi belum tentu tren itu merata di seluruh wilayah.
Seorang analis terkenal, Yashwant Deshmukh dari C-Voter, mengakui adanya dilema besar: di satu sisi terlihat gelombang anti-incumbent, namun di sisi lain popularitas Mamata Banerjee tetap tinggi. Dengan sepertiga pemilih berasal dari komunitas Muslim yang cenderung mendukung TMC, ditambah dukungan kuat dari perempuan, hasil akhir menjadi sulit diprediksi.
Jawaban dari semua ketidakpastian ini akan terungkap pada Senin siang. Hingga saat itu, ketegangan masih akan terus terasa.



