Terobosan printer 3D 20 detik hadir dengan jenis tangkapan yang disukai sains

Printer 3D yang dapat membuat struktur dalam waktu sekitar 20 detik terdengar seperti klaim laboratorium yang mengenakan jubah. Bagian pintar itu nyata. Hasil tangkapannya tiba sebelum siapa pun mulai bermimpi tentang penggantian suku cadang instan. Peneliti Universitas Utah telah mendemonstrasikan teknik pencetakan 3D holografik yang mengeraskan struktur kecil dalam satu paparan alih-alih membangunnya lapis demi lapis. Pendekatan sekali pakai ini dapat menghindari lapisan yang lemah dan bocor yang dapat ditinggalkan oleh cetakan bertumpuk. Namun, untuk saat ini, ini adalah alat untuk struktur mikro, bukan jalan pintas untuk mencetak objek apa pun yang muncul di kepala Anda. Bagaimana satu bidikan menggantikan lapisan Teknik ini meminjam dari fotolitografi, kemudian mendorong idenya ke dalam material yang lebih tebal. Masker berpola nano berada di depan laser dan membentuk cahaya sebelum memasuki materi cetak. Menon Lab, Universitas Utah Bahan tersebut adalah SU-8, substrat yang untaian polimernya mengeras saat terkena sinar laser. Setelah volume yang ditargetkan tercapai, material yang tidak terpapar dapat dibersihkan. Alih-alih menelusuri bentuk melalui irisan demi irisan, sistem ini langsung mengeraskan struktur yang berguna. Di mana hasil tangkapan muncul Terobosan ini lebih sempit dibandingkan suara pencetakan 3D. Printer dapat mengontrol panjang dan lebar suatu pola, kemudian memperluas pola tersebut hingga tingginya. Hal ini membuatnya kuat, namun tetap terkotak-kotak. Keterbatasan tersebut menjelaskan mengapa demonstrasi pertama melibatkan susunan mikrotubulus dan pola kisi daripada ornamen desktop kecil. Pendekatan ini sesuai dengan desain rumit yang perlu dikerjakan dalam volume tebal. Objek yang memerlukan geometri berbeda pada kedalaman berbeda masih memerlukan versi teknologi yang lebih fleksibel. Printer 3D Unsplash Apa yang dapat dicetak berikutnya Versi berguna ini mungkin tidak menyerupai printer 3D rumahan. Ini lebih terlihat seperti alat manufaktur untuk bagian-bagian kecil di mana struktur internallah yang melakukan kerja keras. Mikrotubulus yang dicetak diuji pergerakan cairan melalui aksi kapiler dan ketangguhannya di bawah kompresi. Hal ini mengarah pada struktur skala laboratorium di mana detail-detail kecil harus mampu bertahan dari tekanan nyata. Langkah selanjutnya sudah cukup jelas. Peneliti perlu mengubah trik 2D yang diperluas menjadi kontrol 3D yang sebenarnya tanpa kehilangan keunggulan 20 detik.
Diterbitkan : 2026-07-08 11:54:00
sumber : www.digitaltrends.com



