RTC JAC akan mengadakan protes pada 7-8 Juli karena pembicaraan dengan pemerintah gagal
Komite Aksi Gabungan (JAC) Perusahaan Transportasi Jalan Negara Bagian Andhra Pradesh (APSRTC) mengumumkan bahwa protes ‘Hari Perlindungan RTC’, yang dijadwalkan pada tanggal 7 dan 8 Juli, akan berjalan sesuai rencana. JAC bertemu dengan manajemen APSRTC, termasuk Wakil Ketua dan Direktur Pelaksana perusahaan N. Balasubrahmanyam, Direktur Eksekutif, dan lainnya untuk membahas tuntutan mereka di RTC House pada hari Senin. Tuntutan mereka termasuk pencabutan usulan penyerahan pengoperasian bus listrik kepada badan swasta, peningkatan jumlah bus, dan perekrutan segera untuk mengisi posisi-posisi yang kosong. Saat berbicara kepada media setelah pertemuan tersebut, para pemimpin JAC menyatakan bahwa mereka tidak menerima jaminan dari pemerintah negara bagian bahwa pemeliharaan, pembelian dan pengoperasian bus listrik akan tetap berada di bawah kendali APSRTC. Oleh karena itu, protes akan diadakan sesuai rencana, kata mereka, seraya menambahkan bahwa para karyawan akan mengenakan ‘lencana permintaan’ saat bertugas. Mengekspresikan kekecewaan mereka atas hasil pertemuan tersebut, penyelenggara JAC, Y. Srinivasa Rao dan P. Damodara Rao, mengatakan bahwa protes akan semakin intensif jika pemerintah dan manajemen gagal menanggapi tuntutan mereka secara positif. Bersamaan dengan tuntutan utama mereka, JAC juga menyoroti permasalahan yang dihadapi oleh para karyawan, termasuk penundaan pembayaran gaji kepada staf outsourcing, masalah administrasi di depo, peningkatan beban kerja karena kekurangan staf, dan masalah yang dihadapi oleh karyawan dan penumpang perempuan di bawah skema ‘Stree Shakti’. Menurut siaran pers dari JAC, manajemen APSRTC meyakinkan mereka bahwa masalah yang memerlukan intervensi pemerintah akan diajukan ke pemerintah Negara Bagian, sedangkan masalah yang berada di bawah lingkup manajemen akan dibahas kemudian. Diterbitkan – 06 Juli 2026 21:19 IST
Diterbitkan : 2026-07-06 18:43:00
sumber : www.thehindu.com



