Meski dalam kegelapan, saya masih melihat tanda-tanda harapan di Amerika

Sekitar satu dekade yang lalu, ketika saya meninggalkan surat kabar Houston Chronicle untuk menulis tentang luar angkasa secara penuh waktu untuk Ars Technica, saya juga memulai sebuah situs web yang berfokus pada cuaca lokal. Tujuan kami jelas: Di era liputan badai yang sensasional, Space City Weather akan memberikan informasi yang tidak berlebihan tentang cuaca yang berdampak pada kehidupan orang-orang di Houston. Kami berpegang pada hal itu, dan ketika memberikan ceramah publik, saya sering bercanda, “Membosankan adalah merek kami.” Namun di dunia yang dipenuhi dengan clickbait dan teriakan, pekerjaan diam-diam yang kami lakukan dengan Space City Weather masih dapat diterima oleh banyak orang. Ketika badai mengancam masyarakat, masyarakat akan berpaling kepada kita—karena masyarakat mempercayai kita. Bagi banyak orang Amerika, masih ada kebutuhan akan berita dan informasi yang kredibel dan didukung bukti. Tentu saja, jika Anda membaca Ars Technica, Anda sudah merasakan rasa lapar yang sama. Tapi Anda tidak sendirian. Saya menghabiskan sebagian besar hari-hari saya menulis tentang luar angkasa, dan saya telah bertemu begitu banyak orang baik di industri ini yang bekerja untuk memperluas jangkauan umat manusia ke Bulan, Mars, dan dunia di luarnya. Orang-orang yang berani dan cerdik membangun satelit untuk memata-matai penggundulan hutan di Bumi, untuk mengumpulkan sinar matahari sebagai sumber energi dibandingkan membakar bahan bakar fosil, untuk menghubungkan orang-orang di seluruh dunia, dan untuk mengamankan sumber daya dari asteroid dan dunia lain sehingga kita tidak perlu menambang planet kita sendiri. Tidak semuanya akan berhasil, dan tentunya tidak semua aktor tersebut adalah pahlawan. Namun jika Anda ingin menemukan keyakinan bahwa umat manusia masih bisa membangun masa depan yang lebih cerah, Anda bisa melakukan hal yang lebih buruk daripada menghabiskan sedikit waktu di luar angkasa. Secara umum, sebagian besar hidup saya dihabiskan untuk menulis tentang sains. Saya menghormati orang-orang yang mengumpulkan wawasan tentang alam semesta kita dan berupaya mengungkap rahasia baru dari alam. Saat ini merupakan masa yang kelam bagi ilmu pengetahuan, ketika Gedung Putih berupaya memangkas dana ilmu pengetahuan di lembaga-lembaga federal, meremehkan penelitian yang “terbangun”, dan menetapkan kebijakan kesehatan yang konyol terkait vaksin. Namun bahkan di negara ini, dimana kerusakan terjadi dengan senang hati dan tanpa alasan, Kongres AS telah menentang pemotongan dana ini dengan cara bipartisan. Bagi kebanyakan orang Amerika, pengetahuan bukanlah musuh.


Diterbitkan : 2026-07-03 11:30:00

sumber : arstechnica.com