Nagraj Manjule, Drama Sosial Amey Wagh Marathi ‘Frame’ Setel Tayang Perdana ZEE5 (EKSKLUSIF)

Nagraj Manjule dan Amey Wagh membintangi “Frame,” sebuah drama sosial India berbahasa Marathi yang ditayangkan perdana di Festival Film Internasional India di Goa dan kini telah tayang perdana secara streaming di Marathi ZEE5, mengeksplorasi garis moral antara tugas profesional dan kasih sayang manusia. Film ini tayang perdana pada 10 Juli. Ditulis dan disutradarai oleh Vikram Patwardhan, film ini juga menampilkan Mugdha Godse dan Akshaya Gurav. Ini diproduksi oleh Aatpaat dan Zee Studios. Bertempat di ruang berita sebuah surat kabar yang berbasis di Pune, “Frame” mengikuti Chandu Pansare, seorang jurnalis foto veteran yang berkomitmen pada pendekatan “klik dulu” pada karyanya, dan Sidharth Deshmukh, seorang pendatang baru yang mencoba mendamaikan kewajiban profesional dengan empati. Ketika gempa bumi meluluhlantahkan wilayah tersebut, keduanya ditarik ke dalam adegan kehancuran dan kehilangan yang memaksa mereka untuk menghadapi apa artinya mendokumentasikan penderitaan daripada melakukan intervensi di dalamnya. Film ini menggunakan pandangan mereka yang kontras untuk mengajukan pertanyaan tentang tanggung jawab menyaksikan tragedi melalui lensa kamera. “Marathi ZEE5 telah menjadi tujuan default untuk cerita-cerita yang dikurasi dengan baik dan kuat dari seluruh Maharashtra,” kata VR Hema, chief channel officer – Zee Marathi dan kepala bisnis – Marathi ZEE5. “Sejalan dengan visi tersebut, kami bangga menampilkan ‘Frame’ yang merupakan film kuat yang mengeksplorasi pilihan-pilihan sulit yang dihadapi orang-orang ketika tanggung jawab profesional bersinggungan dengan belas kasih manusia.” Patwardhan menambahkan: “Pada intinya, ‘Frame’ adalah tentang perspektif, tidak hanya melalui lensa kamera, namun melalui lensa kemanusiaan itu sendiri. Hubungan antara Chandu dan Sidharth memungkinkan kita untuk mengeksplorasi dua filosofi yang sangat berbeda yaitu penceritaan dan kelangsungan hidup. Film ini juga menggali ketidakpastian dan ketidakpastian dalam hidup, menempatkan karakter-karakternya dalam situasi di mana batas antara kemanusiaan dan profesionalisme menjadi semakin kabur, dan memilih antara kasih sayang dan kewajiban berubah menjadi tantangan yang luar biasa.” Manjule mengatakan: “Memerankan Chandu sangat menarik sekaligus menantang karena ia bukan protagonis konvensional. Ia penuh semangat, tidak kenal kompromi, dan sangat yakin bahwa tugasnya adalah mendokumentasikan kenyataan, bukan mencampurinya. Film ini terus-menerus menantang keyakinannya, dan penonton akan bertanya-tanya apakah mereka setuju dengannya atau tidak.” Wagh menambahkan: “Sidharth mewakili empati, idealisme, dan pertanyaan-pertanyaan sulit yang diajukan oleh banyak profesional muda ketika memasuki industri yang menuntut. Perjalanannya dalam ‘Frame’ adalah tentang menemukan di mana kasih sayang cocok dengan ambisi dan tanggung jawab. Saya pikir penonton akan sangat terhubung dengan perjuangannya dan pilihan-pilihan yang terpaksa ia ambil.”


Diterbitkan : 2026-07-03 15:30:00

sumber : variety.com