Di Kuba, Di Mana Begitu Banyak Orang Yang Meninggalkannya, Para Seniman Ini Tetap Tinggal
Kuba sedang mengalami salah satu krisis terparah sejak revolusinya. Tantangan ekonomi, sosial dan politik yang sudah berlangsung lama, di samping pengetatan embargo Amerika Serikat yang telah berlangsung selama puluhan tahun, telah mendorong negara tersebut ke jurang bencana kemanusiaan. Kini Kuba menghadapi eksodus yang mencengangkan. Sekitar 2,75 juta orang telah meninggalkan negaranya sejak tahun 2020. Sementara itu, mereka yang masih berada di Kuba harus membangun kehidupan mereka di tengah krisis. Pada tahun 2022, kami mulai bertemu secara rutin dengan seniman muda di Havana untuk mendokumentasikan karya mereka. Ketika kepercayaan di antara kami semakin dalam, mereka mulai berbagi bagaimana gelombang migrasi di Kuba saat ini mengubah kehidupan mereka. Dalam film dokumenter pendek di atas, “La Retaguardia” (The Ones Who Stay), kami menangkap empat orang yang memilih untuk tetap tinggal. Devon, Tomás, Elephanto, dan Israa masih muda, kreatif, ambisius — dan dihantui oleh pertanyaan apakah akan tetap tinggal atau pergi. Meningkatnya akses terhadap internet dan media sosial memungkinkan mereka mendapatkan gambaran yang jelas tentang dunia luar. Kontras dengan kehidupan mereka sangat mencolok. Dalam menceritakan kisah mereka, tujuan kami adalah untuk mengeksplorasi apa artinya bagi mereka menjadi muda dan menjadi orang Kuba di era yang ditandai dengan ketidakpastian, ketidakhadiran, dan kepergian terus-menerus. Kami juga berharap dapat melukiskan potret mendalam dari sisi migrasi yang jarang ditampilkan: mereka yang tetap tinggal.
Diterbitkan : 2026-06-26 15:00:00
sumber : www.nytimes.com



