Dengan Starfall, SpaceX mengincar keunggulan dalam pengiriman kargo global dari orbit

Tinjauan lingkungan FAA menyetujui proposal SpaceX untuk dua demonstrasi masuk kembali Starfall. Tidak disebutkan secara spesifik apakah demo ini akan terjadi pada satu atau dua misi. SpaceX bermaksud untuk memulihkan kendaraan tersebut, termasuk parasut dan pelindung panas, “semaksimal mungkin,” kata FAA. Kendaraan Starfall berbentuk silinder, dengan diameter 10,2 kaki (3,1 meter) dan tinggi 2,5 kaki (0,75 meter). Starfall memiliki berat sekitar 4.600 pon (2,1 metrik ton) dengan kapasitas muatan sekitar 2.200 pon (1 metrik ton), dengan berat total 6.800 pon (3.1 metrik ton). Didesain khusus untuk kargo, Starfall lebih kecil dari pesawat ruang angkasa Crew Dragon milik SpaceX yang digunakan untuk mengangkut astronot ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional. Melihat lebih dekat kendaraan masuk kembali Starfall. Kredit: SpaceX Melihat lebih dekat kendaraan masuk kembali Starfall. Kredit: SpaceX Misi Demo Starfall pertama akan menghabiskan beberapa jam di orbit rendah Bumi, tetapi kendaraan tersebut juga dapat terbang dengan lintasan suborbital yang lebih pendek setelah diluncurkan dengan Falcon 9 atau roket Starship yang jauh lebih besar. Versi Starfall ini tidak mampu melakukan de-orbiting sendiri, melainkan bergantung pada kendaraan peluncurannya untuk memandunya kembali ke atmosfer. Setelah terpisah dari pembawa roketnya, kendaraan berbentuk cakram tersebut menggunakan gas nitrogen terkompresi untuk mengarahkan pelindung panasnya ke arah yang benar agar dapat masuk kembali. Jadi siapa yang mungkin menggunakan sesuatu seperti Starfall? Militer AS adalah salah satu jawaban yang jelas. Pentagon sudah bekerja sama dengan SpaceX dalam sebuah konsep bernama Rocket Cargo atau Point-to-Point Delivery, yang akan menggunakan Starship untuk mengirimkan peralatan dan pasokan dalam jumlah besar ke lokasi yang jauh dalam waktu kurang dari satu jam. Starship adalah kendaraan besar, tingginya hampir 20 lantai dan lebar 30 kaki, yang harus mendarat di lokasi yang telah disiapkan. Starfall terbukti menjadi pilihan yang lebih serbaguna untuk pengiriman yang lebih ringan. Militer juga telah menandatangani perjanjian dengan Blue Origin, Rocket Lab, dan Anduril untuk studi dan pengembangan teknologi pengiriman kargo global dari luar angkasa. Meskipun Starship, yang masih menjalani uji penerbangan eksperimental, SpaceX mungkin memiliki keunggulan awal dengan kendaraan pengiriman Starfall.


Diterbitkan : 2026-06-23 05:25:00

sumber : arstechnica.com