Uber meminta London untuk bersiap menghadapi robotaxis
Uber bersiap untuk menghadirkan robotaxis di jalan-jalan London, membuka daftar minat bagi pengendara yang ingin menjadi orang pertama yang memuji salah satu kendaraan otonom Wayve ketika layanan tersebut diluncurkan akhir tahun ini. Peluncuran ini akan menjadi tonggak sejarah di salah satu pasar terbesar Uber dan merupakan ujian awal apakah ada minat terhadap layanan ridehailing tanpa pengemudi di luar Amerika Serikat dan Tiongkok, dimana robotaxis sudah mengangkut penumpang. Perusahaan ini meminta warga London untuk menunjukkan minat mereka untuk menjadi penumpang umum pertama yang menggunakan mobil tanpa pengemudi Uber x Wayve yang merupakan merek bersama mereka. Di pengaturan aplikasi Uber, pelanggan dapat mendaftar dengan memilih “daftar minat bergabung” di bagian “kendaraan otonom” di “preferensi perjalanan”. Uber mengatakan bahwa bergabung dengan daftar tersebut akan “meningkatkan peluang mereka untuk dipasangkan dengan kendaraan otonom Wayve pada saat peluncuran” dan terus memberi mereka informasi terbaru tentang peluncuran layanan tersebut. Baik Uber maupun Wayve, perusahaan rintisan Inggris yang berbasis di London, tidak akan memberikan tanggal pasti peluncurannya, meskipun kedua perusahaan tersebut mengatakan bahwa layanan tersebut akan diluncurkan “dalam beberapa bulan mendatang.” Pelanggan yang dipasangkan dengan kendaraan Wayve akan diberi tahu di aplikasi Uber dan diberikan opsi untuk beralih ke kendaraan non-otonom. Uber mengatakan pengendara yang memesan UberX, Uber Electric, atau Uber Comfort akan membayar tarif yang sama, tanpa “biaya tambahan” untuk menggunakan kendaraan otonom. Uber dan Wayve memposisikan peluncuran ini sebagai peluncuran bertahap daripada peluncuran layanan robotaxi di seluruh kota, dengan negosiasi mengenai cakupan dan skala masih berlangsung dengan otoritas setempat. Keduanya menolak menyebutkan bagian mana dari London yang akan dicakup oleh kendaraan atau seberapa besar jumlah armadanya, meskipun Victor Charoonsophonsak dari Wayve mengatakan kepada The Verge bahwa kendaraan tersebut akan dimulai dengan jumlah mobil satu digit dari menengah ke atas. Perjalanan pertama juga tidak akan sepenuhnya tanpa pengemudi. Peraturan setempat saat ini mengharuskan kendaraan memiliki pengemudi yang aman di belakang kemudi, siap mengambil alih jika diperlukan. Uber dan Wayve tidak bersedia mengatakan kapan para pengemudi tersebut akan diberhentikan. Bahkan dengan batasan tersebut, daftar minat Uber menambah momentum bagi upaya untuk menghadirkan robotaxis ke jalan-jalan di London. Inggris saat ini tidak memiliki kendaraan yang sepenuhnya tanpa pengemudi di jalan umum, meskipun beberapa perusahaan sedang mengujinya. Pemerintah mengatakan uji coba ridehail tanpa pengemudi dapat dimulai pada musim semi 2026, meskipun peluncuran penuhnya baru akan dilakukan pada akhir tahun 2027, ketika Undang-Undang Kendaraan Otomatis tahun 2024 mulai berlaku sepenuhnya.
Diterbitkan : 2026-06-08 11:26:00
sumber : www.theverge.com



