‘Kami mencoba CPR, tapi sudah terlambat,’ kata para saksi tragedi kapal Vietnam saat kembali ke Hyderabad
Turis India yang terdampar tiba dari Vietnam di Bandara Internasional Rajiv Gandhi, yang menyaksikan kecelakaan kapal di Vietnam, yang menewaskan 15 orang, di Hyderabad pada Minggu, 12 Juli 2026. Foto: SIDDHANT THAKUR/The Hindu. | Kredit Foto: Siddhant Thakur “Kami mencoba memberikan CPR kepada mereka, tetapi sudah terlambat,” kenang Mahipal Sanghvi saat ia mendarat di Hyderabad pada Minggu malam (12 Juli), sehari setelah menyaksikan tragedi kapal di lepas pantai Pulau Phu Quoc, Vietnam. Para korban, yang ditarik keluar dari air oleh tim penyelamat, dibawa ke darat di mana rekan-rekan wisatawan berusaha untuk menghidupkan kembali mereka sebelum mereka dinyatakan meninggal. Orang-orang dari Andhra Pradesh, Telangana dan negara bagian lain, yang terdampar di Vietnam setelah kecelakaan itu, tiba di Bandara Internasional Rajiv Gandhi (RGIA) pada Minggu malam. Anggota keluarga berkumpul di bandara lebih dari satu jam sebelum kedatangan penerbangan, dengan cemas menunggu untuk menerima orang yang mereka cintai. Mahipal Sanghvi, warga Vijayawada, mengatakan dia adalah bagian dari kelompok sekitar 80 wisatawan yang telah melakukan perjalanan ke Vietnam pada 8 Juli. “Kami mencapai Pulau Phu Quoc pada 11 Juli. Beberapa anggota kelompok kami mengambil bagian dalam kegiatan air sementara saya tetap di pulau itu. Setelah beberapa waktu, kami diberitahu bahwa ada sebuah perahu yang terlibat dalam kecelakaan. Tim penyelamat membawa mereka yang telah jatuh ke air kembali ke pantai. Kami mencoba memberikan CPR kepada mereka, tapi sudah terlambat, dan mereka dinyatakan meninggal,’ katanya. Korban selamat lainnya, Ganesh dari Hyderabad, mengatakan sejumlah besar wisatawan dari Andhra Pradesh dan Telangana ikut serta dalam keseluruhan tur. dari distrik Godavari Barat, Andhra Pradesh, mengatakan dia adalah bagian dari kelompok terpisah yang terdiri dari 24 wisatawan dan berhasil lolos dari tragedi tersebut. “Kami sedang menunggu kapal kami tiba ketika kecelakaan menimpa kapal di depan kami. Kami bisa melihat aliran air yang deras, dan itu berbahaya,” katanya. Dia menambahkan, sekitar tiga penumpang dari Andhra Pradesh dan delapan dari Telangana termasuk di antara mereka yang kembali dengan penerbangan yang sama yang mendarat di Hyderabad pada Minggu malam. Penumpang lainnya, Rameshwar Pradhan, mengatakan rombongan tersebut telah melakukan perjalanan ke Vietnam dan total 105 orang ikut dalam tur tersebut. Rombongan dibagi menjadi tiga perahu. Perahu pertama telah menempuh perjalanan sekitar satu kilometer ketika kehilangan kendali di perairan yang deras dan terbalik, katanya. Menurut Pak Pradhan, perahu itu membawa 34 orang. “Beberapa orang berhasil diselamatkan dengan selamat, sedangkan sisa penumpang terjatuh ke air. Dua orang dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit di pulau itu,” katanya.Mr. Pradhan mengatakan upaya penyelamatan dimulai segera setelah kecelakaan itu. “Tim Angkatan Laut Vietnam merespons dengan cepat, dan Kedutaan Besar India juga segera memberikan bantuan. Korban luka telah dirawat di rumah sakit dan menjalani perawatan. Kami sedang menunggu informasi lebih lanjut,” katanya. Dia menambahkan bahwa 17 anggota rombongan tur telah kembali dengan penerbangan yang mendarat di Hyderabad pada Minggu malam, sementara upaya terus dilakukan untuk membantu mereka yang masih berada di Vietnam. Diterbitkan – 13 Juli 2026 12:18 IST
Diterbitkan : 2026-07-13 02:49:00
sumber : www.thehindu.com


