Meredupkan matahari terdengar tidak masuk akal, namun studi baru tentang El Niño ini memberikan bukti yang sangat bagus

Ketika saya pertama kali melihat “para ilmuwan mengusulkan peredupan matahari,” saya memutar mata. Kedengarannya seperti film fiksi ilmiah yang dibuat setelah menonton banyak film dokumenter iklim. Namun sebuah studi baru, yang diterbitkan pada 8 Juli 2026 di jurnal Science Advances, tampaknya memiliki argumen yang benar-benar meyakinkan. Super El Niño saat ini sedang terbentuk di Pasifik, dan dikhawatirkan menjadi yang paling intens dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini dapat meningkatkan banjir, kebakaran hutan, dan kejadian panas ekstrem di seluruh dunia. Namun, para peneliti di Scripps Institution of Oceanography UC San Diego, yang dipimpin oleh ilmuwan iklim Kate Ricke dan Jessica Wan, kini mengusulkan salah satu solusi paling menarik yang pernah saya temukan. Kemajuan Ilmu Pengetahuan Apa sebenarnya yang mereka usulkan? Teknik tersebut dinamakan Marine Cloud Brightening (MCB). Hal ini mencakup penyemprotan partikel reflektif kecil ke awan laut untuk memantulkan lebih banyak sinar matahari kembali ke angkasa sebelum memanaskan lautan. Daripada mempertaruhkan eksperimen di dunia nyata, dengan kemungkinan efek samping yang sangat besar, tim ini menggunakan kebakaran hutan Black Summer di Australia pada tahun 2019-2020 sebagai uji kasus alami. Kebakaran tersebut mengirimkan asap yang dipenuhi aerosol reflektif ke awan Pasifik, sehingga berkontribusi pada peristiwa pendinginan La Niña berikutnya. Pada dasarnya, apa yang terjadi beberapa tahun lalu mencerminkan teknik MCB yang diusulkan para ilmuwan untuk mengatasi Super El Niño. Kemajuan Ilmu Pengetahuan Jadi, apakah gagasan ini benar-benar masih diteliti? Sebagian besar ya, tapi bukannya tanpa peringatan. Berdasarkan simulasi, MCB yang ditargetkan dapat memperkuat efek pendinginan dan pengeringan La Niña sekitar 40%, dan penerapan yang lebih awal akan memberikan hasil yang lebih baik. Apa yang membuat penelitian ini berbeda dari penelitian geoengineering pada umumnya adalah cakupannya yang terbatas: penelitian ini bukanlah termostat planet permanen (baca “solusi permanen”). Ini adalah intervensi sementara yang ditargetkan untuk peristiwa-peristiwa tertentu yang menimbulkan kerusakan besar, bukan pengganti perubahan jangka panjang yang perlu kita lakukan untuk melestarikan lingkungan. Hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah ketidakpastian ilmiah, mengingat solusinya didasarkan pada pemodelan iklim, dan efek samping yang tidak dapat dihindari, yang dapat mencakup konsekuensi regional yang tidak diinginkan akibat perubahan cuaca.
Diterbitkan : 2026-07-10 15:22:00
sumber : www.digitaltrends.com



