Kebiasaan Buruk yang Sedang Tren Ini Bisa Membuat Psoriasis Kuku Anda Lebih Buruk

Rokok mungkin kembali muncul secara tak terduga. Mulai dari adegan merokok dalam film dan televisi hingga selebriti dan kampanye fesyen yang menganut “estetika merokok”, kebiasaan ini mulai kembali menjadi sorotan budaya, meski sudah ada upaya kesehatan masyarakat selama puluhan tahun untuk mengatasinya. Namun meskipun merokok mungkin mengalami perubahan citra, dampak kesehatannya tidak berubah. Dan bagi penderita psoriasis, efeknya mungkin melampaui paru-paru. Menurut penelitian baru yang dilaporkan oleh Dermatology Times, merokok dapat secara signifikan memperburuk psoriasis kuku, meningkatkan gejala seperti lubang, perubahan warna, penebalan dan bahkan terangkatnya kuku dari dasar kuku. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan psoriasis yang merokok memiliki keterlibatan kuku yang jauh lebih parah dibandingkan bukan perokok, meskipun merokok tidak dikaitkan dengan psoriasis yang lebih parah yang mempengaruhi kulit secara keseluruhan. Untuk lebih memahami hubungannya, para peneliti membandingkan 218 orang dengan psoriasis dengan 218 orang tanpa kondisi tersebut, dengan melihat riwayat merokok dan penyakitnya. tingkat keparahan. Hampir 28 persen peserta yang menderita psoriasis adalah perokok, dibandingkan dengan hanya 6 persen peserta yang tidak menderita penyakit tersebut. Ketika peneliti memeriksa gejala kuku secara khusus, mereka menemukan bahwa perokok memiliki tingkat keparahan psoriasis kuku hampir dua kali lipat dibandingkan bukan perokok. Menariknya, merokok tidak dikaitkan dengan psoriasis kulit yang lebih parah atau tingkat arthritis psoriatis yang lebih tinggi, sehingga menunjukkan bahwa efeknya mungkin terutama terlihat pada kuku. Para peneliti mengatakan temuan ini menambah bukti bahwa merokok dapat mempengaruhi psoriasis melalui beberapa jalur. Penggunaan tembakau telah lama dikaitkan dengan peningkatan peradangan di seluruh tubuh, dan para peneliti percaya bahwa hal itu juga berkontribusi terhadap stres oksidatif, perubahan aliran darah ke matriks kuku, dan proses peradangan lainnya yang dapat memperburuk penyakit kuku. Penelitian ini juga meneliti faktor gaya hidup lainnya tetapi tidak menemukan hubungan yang signifikan antara obesitas dan tingkat keparahan psoriasis kuku. Meskipun penelitian ini tidak membuktikan bahwa merokok secara langsung menyebabkan gejala kuku memburuk, para penulis mengatakan temuan tersebut memperkuat pentingnya mendiskusikan berhenti merokok sebagai bagian dari perawatan psoriasis yang komprehensif. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah berhenti merokok dapat memperbaiki psoriasis kuku dari waktu ke waktu. Untuk saat ini, penelitian ini merupakan pengingat bahwa kebiasaan gaya hidup dapat memainkan peran penting dalam mengelola kondisi peradangan kronis. Diadaptasi dari laporan asli oleh Dermatology Times.


Diterbitkan : 2026-07-09 17:00:00

sumber : www.newbeauty.com