Harga Minyak Naik Lebih Lanjut Setelah AS dan Iran Saling Saling Saling Menyerang

Harga minyak terus naik pada hari Kamis, karena pasukan militer AS dan Iran melakukan serangan putaran kedua di sekitar Teluk Persia. Perdagangan saham dan obligasi yang berombak mencerminkan kegelisahan di kalangan investor mengenai dampak perang. Presiden Trump mengatakan serangan terbaru, yang menargetkan sekitar 90 lokasi di sepanjang pantai Iran, merupakan “balasan” atas serangan Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz, jalur perairan penting bagi ekspor energi kawasan. Mohammad Bagher Ghalibaf, perunding utama Iran dalam perundingan perdamaian, mengatakan bahwa selat tersebut “hanya akan dibuka berdasarkan pengaturan Iran, bukan ancaman Amerika.” Organisasi Maritim Internasional, sebuah badan PBB, baru-baru ini mendesak pemilik dan operator kapal untuk menghindari pengiriman kapal mereka melalui selat tersebut. Hal ini akan menghambat pemulihan lalu lintas kapal sejak perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran ditandatangani bulan lalu. Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa menurutnya perjanjian yang berusia tiga minggu itu telah “berakhir”, meskipun ia kemudian menyatakan bahwa Iran terbuka untuk membuat kesepakatan. Iran tidak mengatakan apa pun tentang negosiasi baru.


Diterbitkan : 2026-07-09 05:26:00

sumber : www.nytimes.com