Mengapa Psoriasis Biologis Anda Mungkin Tidak Berfungsi

Jika Anda menderita psoriasis, Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang seseorang yang kulitnya benar-benar bersih setelah memulai pengobatan biologis saat Anda masih mencari pengobatan yang cocok untuk Anda. Penelitian baru menunjukkan mungkin ada alasannya. Seperti dilansir Dermatology Times, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Dermatology menunjukkan bahwa psoriasis bukanlah penyakit yang sama antara satu orang dengan orang lainnya. Meskipun kelihatannya serupa di permukaan, apa yang terjadi di dalam sistem kekebalan tubuh dapat bervariasi dari satu pasien ke pasien lainnya, yang dapat membantu menjelaskan mengapa obat-obatan tertentu bekerja lebih baik bagi sebagian orang dibandingkan yang lain. Obat-obatan biologis, termasuk obat-obatan seperti Skyrizi, Cosentyx, Tremfya, Bimzelx dan Humira, adalah obat-obatan yang disuntikkan atau diinfus yang menargetkan bagian tertentu dari sistem kekebalan yang bertanggung jawab atas peradangan yang menyebabkan psoriasis. Mereka telah mengubah pengobatan untuk psoriasis sedang hingga berat, membantu banyak pasien mendapatkan kulit yang jauh lebih bersih. Namun hal tersebut tidak bisa diterapkan untuk semua orang, dan menemukan produk yang tepat terkadang membutuhkan waktu. Dalam studi baru, para peneliti mengamati sampel kulit dari orang-orang dengan psoriasis plak kronis dan menemukan sesuatu yang tidak terduga. Selain jalur inflamasi yang diketahui menjadi target pengobatan biologis saat ini, beberapa pasien menunjukkan tanda-tanda peradangan tambahan yang mungkin tidak dapat diatasi sepenuhnya dengan pengobatan saat ini. Para peneliti juga menemukan bukti bahwa penghalang kulit itu sendiri mungkin lebih terganggu pada pasien tertentu dibandingkan yang diketahui sebelumnya. Hal ini tidak berarti bahwa obat-obatan biologis yang ada saat ini tidak efektif. Faktanya, obat ini masih dianggap sebagai standar emas bagi banyak orang dengan psoriasis sedang hingga berat. Namun temuan ini menunjukkan mungkin ada lebih dari satu “versi” psoriasis yang terjadi di bawah permukaan, yang dapat menjelaskan mengapa satu obat bekerja sangat baik pada satu orang namun hanya memberikan hasil yang kecil pada orang lain. Penelitian ini dapat membentuk cara dokter mendekati perawatan psoriasis dan membantu dokter kulit untuk memprediksi dengan lebih baik obat biologis mana yang paling mungkin bekerja sebelum pengobatan dimulai, sehingga prosesnya jauh lebih sedikit trial and error. Penelitian ini juga mengungkap beberapa biomarker potensial, atau tanda-tanda terukur dalam tubuh, yang suatu hari nanti dapat membantu mempersonalisasi pengobatan lebih jauh. Diperlukan lebih banyak penelitian sebelum temuan tersebut dapat digunakan dalam praktik sehari-hari, namun temuan ini menawarkan langkah lain menuju perawatan yang lebih individual. Bagi pasien, pesannya meyakinkan: Jika suatu produk biologis tidak memberikan hasil yang Anda harapkan, bukan berarti produk biologis lainnya tidak memberikan hasil yang Anda harapkan. Ketika para peneliti terus mengungkap ilmu di balik psoriasis, masa depan pengobatan tampak semakin personal. Diadaptasi dari laporan asli oleh Dermatology Times.


Diterbitkan : 2026-07-09 01:30:00

sumber : www.newbeauty.com