Polisi Kerala meminta UAPA terhadap orang Saudi yang kembali karena komentar ofensif di media sosial terhadap korban serangan teror Pahalgam
Selama interogasi, polisi dilaporkan mengamankan barang bukti yang mendorong penambahan dakwaan UAPA terhadap terdakwa. Ponselnya juga sedang diperiksa. (gambar representasional) Kepolisian Kerala telah menerapkan Undang-Undang Kegiatan Melanggar Hukum (Pencegahan) (UAPA) terhadap seorang pria berusia 26 tahun yang ditangkap sekembalinya dari Arab Saudi beberapa hari yang lalu sehubungan dengan komentar ofensif yang diposting di bawah video yang menampilkan putri seorang korban serangan teror Pahalgam di Kerala. Tindakan hukum diambil terhadap Muhammad Sanoof dari Ayikkarapadi di Malappuram. Dia ditahan berdasarkan pemberitahuan pengawasan di Bandara Internasional Calicut pada tanggal 4 Juli, setelah itu polisi Karipur menyerahkannya ke polisi Muttam di Idukki, tempat kasus tersebut didaftarkan. Kasus tersebut berkaitan dengan komentar Facebook yang diduga diposting oleh terdakwa di bawah video yang menampilkan putri N. Ramachandran, seorang penduduk asli Kochi yang terbunuh dalam serangan teror pada bulan April 2025. Kasus ini didaftarkan berdasarkan pengaduan yang diajukan oleh Bharatiya Janata Yuva Pemimpin Morcha.Selama interogasi, polisi Muttam dilaporkan mendapatkan bukti yang mendorong penambahan dakwaan UAPA terhadap terdakwa. Ponselnya juga sedang diperiksa. Meskipun terdakwa telah dikembalikan ke tahanan pengadilan, polisi kemungkinan akan meminta tahanannya untuk pengumpulan bukti dan interogasi lebih lanjut, kata sumber resmi. Diterbitkan – 06 Juli 2026 15:37 IST
Diterbitkan : 2026-07-06 10:07:00
sumber : www.thehindu.com



