Perkelahian antara pemeriksa tiket dan pengacara menyebabkan keributan di kalangan penumpang di stasiun kereta Egmore

Gambar digunakan untuk tujuan representasi saja. | Kredit Foto: The Hindu Bentrok antara perempuan pemeriksa tiket kereta api dan pengacara perempuan di Stasiun Egmore menimbulkan ketegangan di kalangan penumpang pada Sabtu (4 Juli 2026). Kedua belah pihak telah mengajukan pengaduan berdasarkan kasus yang telah didaftarkan. Seorang pejabat senior polisi Kereta Api Pemerintah mengatakan Salma Begum adalah pemeriksa tiket kereta api dan sedang bertugas di stasiun kereta Egmore. Dia terlibat dalam pemeriksaan tiket di peron pinggiran kota 10 dan 11. Saat itu, seorang pengacara wanita Mohana dari Mangadu sedang berdiri di peron. Pemeriksa Tiket Salma Begum bertanya kepada pengacara apakah dia memiliki tiket yang sah, dan pengacara tersebut menjawab bahwa dia datang untuk mengantar temannya. Kemudian Salma Begum meminta untuk melihat tiket peron, namun pengacaranya tidak memilikinya. Akibatnya, Salma Begum memintanya membayar denda. Hal ini menimbulkan pertengkaran dan pertengkaran fisik antara pemeriksa tiket dan pengacara. Pemeriksa tiket terluka. Kedua belah pihak mengajukan pengaduan ke Kantor Polisi Kereta Api Egmore terkait pertengkaran tersebut. Berdasarkan pengaduan yang diajukan oleh Pemeriksa Tiket Salma Begum, polisi kereta api mendaftarkan kasus terhadap pengacara tersebut dalam dua bagian yaitu menghalangi pegawai negeri menjalankan tugasnya dan menyebabkan cedera. Juga berdasarkan pengaduan yang diajukan oleh pengacara, polisi kereta api mendaftarkan kasus terhadap pemeriksa tiket wanita karena menggunakan bahasa cabul, pengekangan yang salah, menyebabkan cedera, dan intimidasi kriminal. Diterbitkan – 05 Juli 2026 15:11 IST


Diterbitkan : 2026-07-05 09:41:00

sumber : www.thehindu.com