Warga Albania turun ke jalan sebagai aksi protes selama 35 malam berturut-turut
Para pengunjuk rasa mengambil bagian dalam unjuk rasa menentang rencana proyek konstruksi mewah yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di Tirana, Albania, pada 4 Juli 2026. | Kredit Foto: AP Demonstrasi besar-besaran terjadi pada malam ke-35 berturut-turut di ibu kota Albania pada Sabtu (4 Juli 2026), dengan pengunjuk rasa menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama, penggantian sementara pemerintahannya, reformasi konstitusi, dan diakhirinya korupsi.Gambar media menunjukkan puluhan ribu orang berbaris di sepanjang jalan raya utama Tirana menuju Skanderbeg Square. Belum ada verifikasi independen mengenai jumlah pengunjuk rasa. Demonstrasi malam dimulai karena proyek pembangunan resor pantai mewah di kawasan alam yang dilindungi yang terkait dengan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, namun sejak itu berkembang menjadi protes anti-pemerintah dan anti-korupsi yang lebih luas. Para pengunjuk rasa meneriakkan “Albania Baru” dan “Edi Rama, mundur.” Pawai ini sarat akan simbolisme. Patung tinggi Tuan Rama didirikan dan kemudian digulingkan dengan bantuan tali, sebuah tindakan yang mengingatkan kita pada penggulingan patung diktator komunis lama Enver Hoxha pada bulan Februari 1991, sebuah peristiwa yang diperingati pada tanggal 20 Februari setiap tahunnya. Karena protes yang terjadi pada hari Sabtu (4 Juli 2026) bertepatan dengan ulang tahun Pak Rama yang ke-62, beberapa pengunjuk rasa membawa “kue ulang tahun” yang terbuat dari semen, yang mengacu pada proyek pembangunan. Ada juga lagu “selamat ulang tahun” yang ironis untuk Pak Rama. Beberapa pengunjuk rasa membawa balon flamingo merah muda, merujuk pada burung yang diduga terancam oleh proyek pembangunan resor. Demonstrasi tersebut telah lama dijuluki “revolusi flamingo merah muda.” Setelah melakukan protes selama sekitar dua jam, sekelompok besar orang berbaris ke kantor polisi, menuntut pembebasan orang-orang yang ditangkap pada protes hari Kamis di dekat parlemen. Para pengunjuk rasa memecahkan jendela kantor polisi sementara polisi membalas dengan meriam air untuk membubarkan massa. Diterbitkan – 05 Juli 2026 08:54 IST
Diterbitkan : 2026-07-05 03:25:00
sumber : www.thehindu.com



