Robot sekarang dapat ‘melihat’ sentuhan berkat sensor sentuhan baru yang dapat berubah warna

Kebanyakan robot cukup pandai melihat, tapi menyentuh? Itu merupakan masalah yang jauh lebih sulit. Meskipun manusia secara naluriah mengetahui seberapa keras mereka memegang cangkir kopi atau menekan tombol, robot secara tradisional mengandalkan rangkaian sensor kecil yang rumit untuk memperkirakan hal yang sama. Kini, para peneliti di Queen Mary University of London yakin mereka telah menemukan solusi yang lebih sederhana: membuat sentuhan terlihat. Sebuah sensor yang mengubah sentuhan menjadi warna Sesuai penelitian yang dipublikasikan di Science Advances, sensor sentuhan baru mereka berubah warna setiap kali tekanan diterapkan, memungkinkan kamera standar untuk “melihat” dengan tepat bagaimana suatu objek disentuh secara real-time. Penginderaan taktil mekanokromik: Perbandingan dengan strategi penginderaan berbasis visi yang canggih dan contoh perwujudan dalam jari robot. Sasso, G., Pagani, A., Duncan, AM, Pedrizzetti, G., Pugno, N., C. Busfield, JJ, & Carpi, F. (2026) / Kemajuan Sains Daripada menyematkan ribuan sensor tekanan elektronik ke ujung jari robot, sistem baru ini membangun penginderaan langsung ke dalam material itu sendiri. Saat permukaan lembut ditekan, akan menghasilkan pola warna cerah yang langsung menunjukkan di mana tekanan diterapkan, seberapa besar gaya yang digunakan, dan bahkan bagaimana material mengalami deformasi. Sensor taktil mechanochromic real-time resolusi tinggi Sasso, G., Pagani, A., Duncan, AM, Pedrizzetti, G., Pugno, N., C. Busfield, JJ, & Carpi, F. (2026) / Science Advances Bagian cerdasnya adalah warna-warna tersebut dapat ditangkap menggunakan kamera USB biasa yang berbiaya rendah. Artinya, robot tidak lagi memerlukan perangkat lunak komputasi intensif untuk merekonstruksi sentuhan dari data sensor. Mereka cukup “melihat” pola warna dan langsung memahami apa yang mereka rasakan. Menurut para peneliti, ini menghasilkan peta tekanan resolusi tinggi sekaligus menyederhanakan keseluruhan perangkat keras. Mengapa hal ini penting di luar laboratorium? Dampaknya lebih dari sekadar memberikan robot rasa sentuhan yang lebih baik. Para peneliti percaya bahwa teknologi ini dapat membantu robot pabrik merakit komponen-komponen kecil dengan lebih tepat, memungkinkan kaki palsu terasa lebih alami, dan bahkan membantu robot bedah membedakan jaringan sehat dari jaringan abnormal selama prosedur rumit. Franck V. / Unsplash Lebih penting lagi, sensor baru ini dapat mengatasi salah satu masalah terbesar robotika. Sistem sentuhan tradisional sering kali memaksa para insinyur untuk memilih antara kecepatan dan akurasi. Dengan mengubah tekanan secara langsung menjadi pola warna yang terlihat dan dapat dibaca oleh kamera sederhana, pendekatan baru ini menghasilkan keduanya: memungkinkan robot untuk “melihat” sentuhan secara real-time dibandingkan mengandalkan perhitungan yang rumit.


Diterbitkan : 2026-07-04 19:29:00

sumber : www.digitaltrends.com