Formula One (F1) saat ini sedang melalui masa emas. Fakta ini tercermin melalui rekor jumlah penonton balapan, angka penayangan, neraca tim yang sehat, dan valuasi yang melonjak. Bahkan di jalurnya, musim-musim sebelumnya telah menyaksikan pertarungan seru. Pada tahun 2025, perebutan gelar pembalap turun ke balapan terakhir dengan tiga pembalap bersaing. Akhirnya, Lando Norris dari McLaren menang mengungguli rekan setimnya Oscar Piastri dan Max Verstappen dari Red Bull, juara empat kali. Kini, menjelang pembukaan musim Grand Prix Australia di Melbourne, F1 memulai jalur berani yang dapat menentukan masa depannya. Pada saat fokus terhadap tujuan iklim dan dorongan menuju kehidupan berkelanjutan semakin meningkat, F1, dengan mesin yang boros bahan bakar dan sirkus global yang melintasi lima benua 24 kali setahun, dapat dilihat sebagai upaya yang ketinggalan jaman. Pada tahun 2019, F1 menyusun rencana untuk mencapai net carbon zero pada tahun 2030, dan mulai tahun ini, F1 akan melakukan lompatan terbesar untuk mencapai tujuan tersebut. Badan pengaturnya, Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), telah memperkenalkan formula mesin hybrid baru untuk tahun 2026, yang dibagi rata antara mesin pembakaran internal konvensional dan motor listrik. Yang lebih penting lagi, semua mobil akan menggunakan bahan bakar berkelanjutan yang canggih.

Bahan bakar ini berasal dari penangkapan karbon, limbah kota, dan biomassa non-makanan, bukan dari minyak mentah. Baterai untuk motor listrik akan diisi dengan memanfaatkan energi yang hilang saat pengereman. Secara historis, pabrikan otomotif besar telah menggunakan motorsport sebagai platform penelitian dan pengembangan serta telah mentransfer teknologi dari kendaraan balap ke mobil tradisional. Aturan baru ini telah menarik perusahaan-perusahaan besar kembali ke seri ini. Audi telah memasuki timnya sendiri; Honda dan Ford telah kembali ke olahraga ini sebagai mitra mesin Aston Martin dan Red Bull Racing. Meski ambisinya tinggi, pada akhirnya F1 tetaplah sebuah olahraga dan tujuan utamanya adalah menghasilkan kejuaraan yang menarik. Pesona balap adalah melihat pengemudi mendorong mobil hingga batas absolutnya dan memikat penonton. Selama pengujian pramusim, mobil-mobil baru ini mendapat tanggapan hangat dari para pengemudi, yang merasa formula baru tidak memungkinkan mereka untuk mendorong mobil hingga batas kemampuannya setiap saat, karena mereka kekurangan energi. Meskipun ini masih tahap awal, akan menarik untuk melihat seberapa cepat tim mengatasi tantangan ini atau bagaimana pembuat peraturan mengambil tindakan untuk memastikan semangat olahraga ini tidak hilang. Jika F1 dapat menghadirkan balapan yang ketat dan kejuaraan yang kompetitif pada akhir musim ini, pertaruhan ini mungkin akan bermanfaat.



Tautan sumber