
Baik Anda tampil menawan atau memilih jalur obrolan, ada banyak cara untuk membuat seseorang sadar bahwa Anda menyukainya.
Kini, para ilmuwan mengatakan bahwa semua taktik menggoda terbagi dalam enam kategori utama.
Peneliti dari Universitas Augsburg di Jerman menganalisis flirting dalam konteks Cinta itu butaacara TV di mana para kontestan berkencan melalui dinding tanpa bertemu satu sama lain.
Mereka menganalisis 140.000 kata yang digunakan dalam konteks genit dan mengelompokkannya ke dalam teknik yang berbeda.
Analisis mereka mengungkap setengah lusin gaya, mulai dari ‘humor’ hingga ‘memuji diri sendiri’.
Jika gaya Anda adalah ‘masa depan yang dibayangkan’, Anda mungkin suka berkreasi referensi lucu untuk upaya bersama di masa depan.
Namun jika Anda lebih menyukai gaya ‘sindiran seksual’, Anda mungkin menemukan cara untuk mengubah percakapan tentang membersihkan dapur kotor menjadi peluang menggoda.
‘Dalam analisis kami, kami menemukan bahwa kontestan menggunakan enam kendaraan untuk menunjukkan ketertarikan seksual dan/atau romantis,’ tulis para peneliti di Jurnal Pragmatik.
Gaya menggoda yang paling umum, baik bagi pria maupun wanita, adalah ‘masa depan yang dibayangkan’, ungkap para peneliti
1. Bayangkan masa depan
Orang-orang yang menggoda menggunakan taktik ‘masa depan yang dibayangkan’ akan membangun upaya masa depan bersama yang imajiner, jelas para peneliti.
Dengan gaya ini, orang akan cenderung menggunakan kata ‘kita’ dan ‘bisa’ untuk menciptakan situasi hipotetis bersama, kata mereka.
Fungsi utamanya adalah untuk menciptakan ‘kegembiraan akan kemungkinan’, bukan rencana nyata, tanpa adanya pengaturan konkrit.
2. Referensi metalinguistik
Gaya ini melibatkan referensi flirting itu sendiri, atau istilah-istilah yang berhubungan dengan flirting, kata para peneliti.
‘Contoh-contoh ini, walaupun secara eksplisit menjadikan ucapan-ucapan sebelumnya sebagai kata-kata genit, lebih jauh lagi dapat dianggap sebagai kata-kata genit, karena hal-hal tersebut membuat niat menggoda, yang sebelumnya hanya tersirat, menjadi eksplisit,’ tulis mereka.
Misalnya, seseorang mungkin mengatakan ‘Lihat kami jadi genit’ untuk membuat ketertarikan dan nada percakapan tidak mungkin disangkal.
Para peneliti dari Universitas Augsburg di Jerman menganalisis flirting dalam konteks Love is Blind, sebuah acara TV di mana para kontestan berkencan melalui tembok tanpa bertemu satu sama lain.
| Gaya menggoda | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Bayangkan masa depan | Referensi lucu untuk upaya bersama di masa depan | ‘Jika kita berkencan, aku akan mengajakmu makan sushi’ |
| Referensi metalinguistik | Referensi untuk flirting itu sendiri atau istilah yang berhubungan dengan flirting | ‘Lihatlah kami menjadi genit’ |
| Memuji diri sendiri | Pernyataan evaluatif positif tentang diri sendiri | ‘Akulah satu-satunya orang yang kamu perlukan’ |
| humor | Penggunaan humor yang genit seperti menggoda atau bercanda | ‘Aku pencium yang baik. Ulasan Google saya ada di atas sana’ |
| Sindiran seksual | Pergeseran yang membawa topik atau percakapan non-seksual ke tingkat seksual | ‘Aku gadis yang sangat kotor’ |
| Pujian | Pernyataan positif tentang orang lain | ‘Suaramu sangat merdu’ |
3.Memuji diri sendiri
‘Cara lain yang digunakan untuk menggoda adalah memuji diri sendiri yang dapat memicu rangkaian pujian atau ejekan,’ kata para ilmuwan.
Mereka memberikan contoh dari pertunjukan ketika seseorang dengan bercanda – dan berlebihan – menggambarkan dirinya sebagai pasangan yang berharga.
Taktik ini dapat memanipulasi orang lain untuk balas menggoda, kata tim tersebut.
4. Humor
Berbagai jenis humor – mulai dari humor dan lelucon yang mencela diri sendiri hingga olok-olok dan ejekan – digunakan oleh peserta acara kencan, kata para peneliti.
Namun, mereka tampaknya sebagian besar menggunakan humor yang unik – gaya komedi yang unik, sangat pribadi, dan tidak konvensional.
Mereka hanya menemukan satu contoh lelucon aktual yang diceritakan dalam serial tersebut, yang menunjukkan bahwa jenis humor ini tidak umum digunakan sebagai metode menggoda.
Tim peneliti menemukan bahwa pria dan wanita lebih condong ke arah gaya tertentu – dan pria dua kali lebih sering menggunakan sindiran seksual
5. Sindiran seksual
Taktik ini mengacu pada perubahan yang membawa topik atau percakapan non-seksual ke tingkat seksual, kata tim tersebut.
Sebagai contoh, mereka mereferensikan bagian acara ketika seorang peserta mereferensikan pembersihan dapur, dan kemudian ditanya ‘Apakah kamu kotor?’ oleh teman kencannya.
Dia menjawab dengan ‘Saya selalu kotor’ – membawa percakapan ke tingkat seksual. Gaya ini ‘memungkinkan lebih sedikit kemungkinan penyangkalan, karena seringkali secara eksplisit mengangkat topik-topik yang bersifat seksual’, tulis para peneliti.
Sepanjang penelitian, laki-laki menggunakan sindiran seksual dua kali lebih sering dibandingkan perempuan, tim menemukan.
6. Pujian
Pujian, yang merupakan pernyataan positif tentang orang lain, merupakan hal yang lumrah dalam menggoda dan berkencan. Contoh dari acara tersebut termasuk ‘Kamu sangat seksi’ dan ‘Suaramu sangat gerah’, menunjukkan bahwa beberapa orang dapat melakukan pelecehan seksual.
“Karena sifatnya yang bersifat seksual maka pujian tersebut dapat dianggap genit, meningkatkan hubungan saat ini dan mengarah ke hubungan yang lebih intim,” kata para peneliti.



