
Villaescusa dkk., Archaeol. Antropol. Sains, 2026
Penelitian baru menunjukkan bahwa tengkorak 35 herbivora besar yang dipelihara Neanderthal di Gua Descubierta di Spanyol tidak diambil sekaligus.
Investigasi arkeologi baru yang diterbitkan dalam Archaeological and Anthropological Sciences telah memperdalam misteri seputar hal yang mengesankan konsentrasi tengkorak hewan ditemukan di Gua Des-Cubierta di Spanyol tengah.
Situs tersebut, yang digali sejak tahun 2009, berisi lapisan yang kaya akan perkakas batu Mousterian, budaya material yang terkait erat dengan Neanderthal di seluruh Eropa. Selain peralatan tersebut, para arkeolog juga menemukan kumpulan sisa-sisa hewan yang tidak biasa, yang hampir seluruhnya didominasi oleh tengkorak.
Set termasuk bagian atas tengkorak setidaknya 35 herbivora besar: 28 sapi, lima rusa dan dua badak. Sebagian besar elemen kerangka lainnya, seperti rahang, anggota badan, dan tulang pipi, tidak ditemukan. Hal ini memperkuat hipotesis bahwa tengkorak tersebut diangkut secara selektif ke dalam gua, kata peneliti. Peringatan Sains.
Studi baru yang dipimpin oleh Lucía Villaescusa, dari Universitas Alcalá, menggabungkan analisis geologi, spasial, dan taphonomic untuk merekonstruksi bagaimana kelompok tersebut terbentuk. Para peneliti memeriksa distribusi puing-puing batu dan artefak, menyusun kembali tulang-tulang yang terfragmentasi, dan menilai status konservasinya. Hasilnya menunjukkan hal itu longsoran batu awalnya menciptakan kerucut puing-puing di dalam galeri sempit gua. Baru setelah peristiwa ini Neanderthal mulai membawa tengkorak binatang ke situs tersebut.
Yang terpenting, tengkoraknya tidak disetorkan sekaligus. Sebaliknya, pola pemisahan antar lapisan menunjukkan episode pengendapan yang berulang selama periode Paleolitik Tengah Akhir, sekitar 70.000 hingga 50.000 tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan perilaku yang berkelanjutan dan terstruktur, bukannya mengais-ngais sisa-sisa hewan buruan secara oportunistik.
Akumulasi tengkorak hewan yang disengaja adalah jarang ditemukan dalam catatan arkeologidan tujuannya masih belum dapat dijelaskan. Tidak adanya sisa-sisa penjagalan dan pengangkutan tengkorak secara selektif, yang merupakan benda berat dan sulit dipindahkan, meningkatkan kemungkinan bahwa praktik tersebut memiliki makna simbolis atau ritual bagi kelompok Neanderthal yang menggunakan gua tersebut. Meskipun interpretasi yang pasti tidak mungkin dilakukan, sifat aktivitas yang berulang-ulang menunjukkan tradisi yang telah dipertahankan dan diwariskan dari generasi ke generasi.



