
Jauh sebelum laptop menjadi lempengan logam tipis yang dapat dimasukkan ke dalam ransel, komputasi portabel memiliki arti yang sangat berbeda – pada awal tahun 1980-an, portabilitas tidak diukur berdasarkan beratnya dibandingkan dengan fakta sederhana bahwa sebuah mesin dapat dipindahkan dari satu meja ke meja lainnya.
T100 berbeda karena tidak terlihat atau berperilaku seperti komputer rumahan yang mendominasi booming mikrokomputer awal. Meskipun Toshiba menggambarkan T100 sebagai “seukuran mesin tik”, edisi tahun 1982 InfoDunia mengamati bahwa karena “LCD-nya dipasang di atas keyboard dan CPU, yang digabungkan menjadi satu unit”, maka LCD-nya sebenarnya lebih kecil dari itu.
Ini merupakan masalah besar pada saat sebagian besar sistem bisnis masih memerlukan banyak komponen berukuran besar.
Dirancang untuk penggunaan bisnis yang serius
Konsepnya tidak diragukan lagi ambisius. T100 dapat menggunakan CRT tradisional atau layar kristal cair keluaran “seukuran telapak tangan Anda”, sebuah fitur yang terasa futuristik pada tahun 1982.
John Rehfeld, wakil presiden dan manajer umum divisi sistem informasi Toshiba Amerika, mengatakan InfoDunia“Ini mungkin komputer pribadi pertama yang menawarkan keluaran layar kristal cair.”
LCD kecil yang dipasang pada unit ini mengisyaratkan pemikiran portabel modern jauh sebelum istilah laptop menjadi standar.
Di bawah casing kompak terdapat perangkat keras yang dirancang untuk penggunaan bisnis serius. Sistem berjalan pada CP/M sistem operasi dan menyertakan RAM 64K — spesifikasi yang cukup baik pada masanya. Rehfeld menggambarkan mesin tersebut tidak hanya sebagai komputer pribadi tetapi sebagai alat kantor yang mampu jaringan.
“Untuk uang yang tidak lebih banyak [than a dumb terminal]Anda dapat memiliki komputer di meja Anda yang dapat dihubungkan ke jaringan, memiliki surat elektronik, akses ke basis data perusahaan dan masih melakukan pengolah kata,” katanya. InfoDunia.
T100 dipandang sebagai mesin produktivitas daripada mainan penghobi.
Portabel, semacam itu
Edisi Februari 1983 dari Sains Populer menggambarkan “gelombang pasang komputer desktop baru Jepang” yang akan datang, termasuk T100. Majalah tersebut merinci perangkat keras internal sistem, termasuk prosesor Z-80A, ROM 32KB, dan memori yang dapat diupgrade, serta kemampuan grafisnya yang mengesankan.
Dipasangkan dengan monitor warna opsional Toshiba, T100 menghadirkan “resolusi delapan warna yang luar biasa: 640 x 200 titik,” suatu tingkat kemampuan yang ditujukan untuk pengguna profesional.
Namun, sudut portabilitas adalah pokok pembicaraan sebenarnya. Popular Science mencatat bahwa panel LCD kompak opsional dapat menampilkan enam atau delapan baris teks, menawarkan cara praktis – meskipun agak terbatas – untuk menggunakan sistem tanpa tampilan desktop penuh.
Ini adalah portabilitas yang ditentukan oleh kompromi: layar yang lebih kecil dan add-on modular dibandingkan kenyamanan seluler yang terintegrasi.
Edisi 18 Juli 1983 dari InfoDunia melaporkan bahwa sistem tersebut bukan lagi “komputer pribadi T100”, melainkan “mesin portabel Toshiba T100”, yang secara eksplisit mengejar pasar komputer portabel yang sedang berkembang.
Paket itu terdengar hampir tidak nyata menurut standar modern. Perlengkapan lengkapnya mencakup “komputer keyboard-mesin tik seberat tujuh pon, modem 300-baud, layar kristal cair (LCD), paket RAM, kabel dan tas kerja,” yang dijual dengan harga sekitar $1.600.
Pemilik T100 yang ada dapat meningkatkan mesin mereka dengan membeli starter kit portabilitas mulai dari $570-$795 (yang terakhir dengan modem).
Secara keseluruhan, sistem ini berbobot 25 pon.
Meskipun laptop ultralight masa kini hanya berbobot 1,5 pon, dalam konteks tahun 1983, ini adalah mobilitas mutakhir.
Anda dapat membawa komputer, modem, dan layar Anda ke lokasi lain, yang merupakan langkah maju yang signifikan ketika sebagian besar mesin kantor tidak pernah meninggalkan mejanya.
Dekat dengan peralatan kantor
Dimasukkannya modem membuatnya semakin berwawasan ke depan. Telekomunikasi portabel masih merupakan hal yang baru, dan Toshiba jelas membayangkan para profesional dapat terhubung ke sistem perusahaan saat bepergian.
Keyboard mesin juga memainkan peran besar dalam identitasnya. Tidak seperti sistem portabel berbasis membran, T100 menggunakan tata letak gaya mesin tik mekanis penuh dengan 89 tombol, termasuk kontrol kursor dan tombol fungsi yang dapat diprogram.
Rasanya lebih dekat dengan peralatan kantor daripada barang elektronik konsumen, sehingga memperkuat karakternya yang mengutamakan bisnis.
Namun, T100 tidak sempurna. InfoDunia menunjukkan bahwa tidak seperti pesaing seperti Radio Shack Model 100 bertenaga baterai AA, Toshiba sepenuhnya mengandalkan daya AC, sehingga membatasi portabilitasnya yang sebenarnya. Dalam banyak hal, ini adalah desktop yang dapat diangkut — kuat dan modular tetapi bergantung pada listrik utama.
Meski begitu, T100 mewakili langkah evolusi penting dalam sejarah komputasi. Ini memadukan fungsionalitas desktop, eksperimen LCD awal, perangkat keras komunikasi, dan keyboard mekanis ringkas ke dalam sistem yang menantang ekspektasi masa kini tentang seperti apa bentuk komputer pribadi.
Teknologi ini hadir sebelum laptop memiliki bentuk yang pasti, sebelum portabilitas berarti masa pakai baterai sepanjang hari, dan sebelum komputasi seluler menjadi hal yang biasa.
Saat ini, gagasan untuk membawa komputer seberat 25 pon ke dalam koper terasa hampir tidak masuk akal. Namun pada awal tahun 1980-an, Toshiba T100 menawarkan sesuatu yang benar-benar baru: kemungkinan bahwa komputer Anda dapat dibawa bepergian.
Ikuti TechRadar di Google Berita Dan tambahkan kami sebagai sumber pilihan untuk mendapatkan berita, ulasan, dan opini pakar kami di feed Anda. Pastikan untuk mengklik tombol Ikuti!
Dan tentu saja Anda juga bisa Ikuti TechRadar di TikTok untuk berita, review, unboxing dalam bentuk video, dan dapatkan update rutin dari kami Ada apa juga.



