ANTONIO ARAÚJO/LUSA

Sebuah pesawat Angkatan Udara Amerika mendekati landasan pacu di Pangkalan Udara Lajes, di Azores, 19 Februari 2026.

“Mengingat keamanan operasional aset dan personel AS, tidak mungkin untuk merilis rincian lebih lanjut saat ini,” kata Pentagon. Nuno Melo mengatakan, kawasan itu bukan wilayah pengawasannya.

Sekretaris Jenderal PS pada hari Sabtu membela diri bahwa Portugis “mempunyai hak untuk mengetahui syarat-syarat” yang berlaku Pangkalan Lajesdi Azores, dimanfaatkan dan dituduh Pemerintah tidak memenuhi tugasnya untuk memberikan informasi kepada para pihak.

“Kita semua tahu bahwa ada kesepakatan untuk mengalihkan Pangkalan Lajes kepada sekutu dan teman yaitu Amerika Serikat, itu adalah sekutu strategis. Ini adalah teman lama yang ingin kita pertahankan hubungan ini. Namun rakyat Portugis berhak mengetahui syarat-syaratnya dan untuk tujuan apa Pangkalan Lajes digunakan pada saat ini dan di waktu lain”, kata José Luís Carneiro.

Pemimpin PS, yang berbicara kepada wartawan di Baião, di distrik Porto, sebelum pertemuan dengan aktivis dan pendukung sosialis, mengeluhkan kegagalan memberikan informasi kepada para pemimpin partai politik di Majelis Republik.

“Tentu saja, seperti yang disampaikan Presiden Republik, Pemerintah mengawasi secara ketat [o que se passa na Base das Lajes]Namun ada kewajiban yang belum dipenuhi oleh Pemerintah, yaitu kewajiban memberikan informasi kepada para pimpinan partai politik di DPR dan juga kewajiban memberikan informasi kepada masyarakat, karena warga negara mempunyai hak untuk mengetahui dalam jangka waktu apa wilayah negara tersebut digunakan, ”ujarnya.

Pangkalan Lajes, di pulau Terceira, di Azores, tercatat pada Rabu sore a gerakan terbesar pesawat militer Amerika Serikat (AS).agensi Lusa ditemukan di lokasi.

Sore itu, 11 pesawat pengisi bahan bakar KC-46 Pegasus, 12 pesawat tempur F-16 Viper, dan sebuah kapal barang militer C-17 Globemaster III ditempatkan di Pangkalan Lajes.

Sore harinya, beberapa pesawat tempur terbang dan mendarat kembali.

Lusa mempertanyakan, secara tertulis, Angkatan Udara Amerika Utara di Pangkalan Lajes tentang peningkatan pergerakan pesawat ini, tetapi tidak mendapat tanggapan.

Badan Lusa juga menghubungi Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk mendapatkan klarifikasi mengenai pergerakan di Lajes tersebut.

“Komando Eropa AS secara rutin menerima pesawat dan personel militer AS dalam transit, sesuai dengan perjanjian akses, pangkalan, dan penerbangan dengan sekutu dan mitra,” kata Pentagon (Departemen Pertahanan) dalam pesan tertulis singkatnya.

“Mempertimbangkan keamanan operasional aset dan personel AS, Saat ini tidak mungkin untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut.”, tambahnya.

Menurut halaman Facebook “Asas dos Açores”, yang membagikan foto dan video pesawat di bandara di wilayah tersebut, pada hari Selasa 12 pesawat tempur F-16 dan sebuah pengisi bahan bakar K6-46 telah mendarat di Lajes.

Menteri Pertahanan, Nuno Melomenolak mengomentari pergerakan pesawat baru-baru ini pada hari Jumat, dengan alasan bahwa itu bukan wilayah tanggung jawabnya.

“Saya kira sudah jelas hari ini bahwa ada protokol antara Portugal dan Amerika Serikat untuk penggunaan Pangkalan Lajes dan Pertahanan Nasional tidak harus mengizinkan penggunaan Pangkalan Lajes, meskipun diserahkan kepada TNI AU, karena penggunaan ini tidak ada hubungannya dengan Amerika Serikat, melainkan hasil dari protokol itu”, kata Nuno Melo.

“Dan saya punya hal yang saya tidak suka kalau bicara bidang tanggung jawab yang lain. Saya juga kurang suka kalau di lain waktu, bidang tanggung jawab yang lain bicara tentang Pertahanan Negara, karena menurut saya yang harus bicara tentang Pertahanan Negara adalah Menteri Pertahanan Negara,” tuturnya.

“Perang tidak pernah merupakan kabar baik, tidak pernah merupakan hal yang baik. Dan yang kita inginkan adalah diplomasi sejak awal selalu mengikuti alurnya dan melalui diplomasi konflik antar bangsa dapat diselesaikan,” tegasnya.

Dan ketika konflik tidak terselesaikan, terkadang perang terjadi, katanya, seraya menambahkan bahwa perang bukanlah keinginan siapa pun.

Menurut CNN dan The New York Times, militer AS akan bersiap meluncurkan a serangan terhadap Iran dalam beberapa hari mendatangmeskipun Presiden AS Donald Trump belum membuat keputusan akhir mengenai izin kemungkinan operasi tersebut.

AS dan Iran menyelesaikan perundingan putaran kedua pada hari Selasa, di Swiss, tanpa ada pemulihan hubungan antara kedua negara.



Tautan sumber