
- Jutaan warga Iran bisa kehilangan akses ke layanan VPN yang didukung AS
- Open Technology Fund (OTF) mengatakan permintaan akan VPN telah meningkat dari 7,5 menjadi 25 juta
- OTF membutuhkan dana sebesar $10 juta, dan lembaga-lembaga AS lambat dalam menyetujuinya
Jutaan orang Iran bisa kehilangan akses ke layanan VPN penting “secepatnya pada minggu depan” karena lembaga-lembaga AS berjuang untuk mendapatkan pendanaan bagi kelompok kebebasan internet yang bertugas mendukung lonjakan permintaan di negara tersebut.
Peringatan tersebut datang dari Open Technology Fund (OTF). Presidennya, Laura Cunningham, kata Bloomberg bahwa tim tersebut “akan terpaksa mengambil keputusan sulit” jika pejabat AS tidak dapat menyediakan $10 juta yang diperlukan untuk mengatasi lonjakan besar pengguna. Permintaan akan teknologi penghindaran sensor di wilayah tersebut baru-baru ini melonjak dari 7,5 menjadi 25 juta pengguna.
Pemerintah Iran memberlakukan a pemadaman komunikasi hampir total pada tanggal 8 Januari sebagai tanggapan terhadap protes massal anti-pemerintah, pemutusan sambungan internet tetap, data seluler, dan panggilan suara internasional.
Meskipun konektivitas perlahan pulih sejak akhir Januari, data terbaru menunjukkan hal tersebut lalu lintas internet masih sangat dibatasi. layanan VPN dan alat pengelakan lainnya saat ini merupakan satu-satunya cara bagi masyarakat Iran untuk menerobos sensor negara dan mengakses internet global.
Pendanaan OTF dan VPN — apa yang kami ketahui
OTF adalah organisasi nirlaba yang berbasis di AS yang menyediakan sumber daya penting untuk teknologi anti-sensor. Pekerjaannya mendukung serangkaian alat yang berfokus pada privasi — termasuk VPN, Peramban TorDan Psiphon — sekaligus mendanai para peneliti yang mempromosikan hak-hak digital dan kebebasan internet secara global.
Kelompok ini terutama didanai oleh pemerintah AS melalui Badan Media Global AS (USAGM). Menurut situs webnya, sumber daya ini didedikasikan untuk mendukung program-program yang “mempromosikan kebebasan Internet secara global”, yang sering kali berfungsi sebagai penyelamat finansial bagi alat-alat sumber terbuka yang sulit untuk dikembangkan selama masa krisis.
Tahukah kamu?
Iran dilaporkan telah mulai menerapkan a sistem “daftar putih” permanen untuk memperketat kontrolnya atas internet. Para ahli memperingatkan bahwa sistem seperti itu – yang hanya mengizinkan lalu lintas yang telah disetujui sebelumnya – dapat membuat penggunaan layanan VPN standar jauh lebih sulit, bahkan tidak mungkin.
Cunningham menjelaskan bahwa mekanisme pendanaan pada umumnya melibatkan Departemen Luar Negeri yang menyediakan dana kepada USAGM, yang kemudian mengalokasikannya ke OTF. Proses ini biasanya memakan waktu tidak lebih dari beberapa minggu.
Namun perselisihan internal telah menyebabkan hambatan besar. Menurut surat yang dilihat oleh Bloomberg, USAGM, Departemen Luar Negeri AS, dan beberapa Senator AS saat ini tidak dapat menyepakati jalur yang layak untuk mengesahkan dana sebesar $10 juta yang diperlukan.
Dalam surat tertanggal 5 Februari, Wakil CEO USAGM Kari Lake menyatakan bahwa penandatanganan resmi pendanaan “akan memakan waktu berbulan-bulan”. Lake merekomendasikan agar OTF menggunakan anggaran yang ada untuk menutupi lonjakan permintaan yang berasal dari Iran.
Usulan ini mendapat penolakan dari Senator Partai Republik Lindsey Graham dan James Lankford, yang berpendapat bahwa pengalihan dana yang ada akan membahayakan program-program penting di Tiongkok, Kuba, dan Rusia.
Ketua dewan OTF, Zack Cooper, juga mengkritik penundaan tersebut, dan mengatakan kepada Bloomberg bahwa jika USAGM ingin OTF memiliki sumber daya tambahan ini, dana tersebut sudah dapat dicairkan.
Rintangan keuangan ini terjadi setelah serangkaian pemotongan anggaran dan pengurangan staf di USAGM diprakarsai oleh pemerintahan Trump sepanjang tahun 2025 dan awal tahun 2026.
Kami telah menghubungi OTF untuk memberikan komentar lebih lanjut.
Ikuti TechRadar di Google Berita Dan tambahkan kami sebagai sumber pilihan untuk mendapatkan berita, ulasan, dan opini pakar kami di feed Anda. Pastikan untuk mengklik tombol Ikuti!



