Penggemar kriket bersorak selama pertandingan kriket ICC Champions Trophy 2025 antara India dan Pakistan, di Dubai. Berbagai upaya penyelamatan melibatkan Pemerintah Sri Lanka, dugaan pemberian imbalan ICC kepada Pakistan dan Bangladesh, dan hukuman yang dijatuhkan. Berkas | Kredit Foto: PTI

Pada Selasa dini hari (10 Februari 2026), telepon berdering di kantor-kantor tertentu di Dubai, Delhi, Mumbai, dan Islamabad, dan solusi yang tampaknya bersahabat pun tercapai. Bentrokan Piala Dunia ICC T20 yang menampilkan India dan Pakistan di Grup A, memang akan berlangsung sesuai jadwal di Kolombo pada 15 Februari.

Walaupun masih banyak pertanyaan yang muncul seputar penempatan India dan Pakistan dalam grup yang sama di acara-acara ICC, harus diakui bahwa ini adalah keputusan komersial yang membantu lembaga penyiaran resmi dan ICC mendapatkan keuntungan. Kekhawatiran historis yang melandasi pertemuan Indo-Pak juga menambah lapisan lain yang berbeda, meskipun kampanye promosi yang bersifat jingoistik layak untuk dibuang.

Kebingungan sebelumnya mengenai bentrokan yang berlebihan ini disebabkan oleh reaksi berlebihan dari Dewan Kriket Pakistan (PCB), yang menyatakan bahwa sejak Bangladesh tersingkir dari kejuaraan, pasukan Salman Agha tidak akan bermain melawan Men in Blue! Kebenaran sejarah mengenai pemisahan Bangladesh dari Pakistan pada tahun 1971 dengan mudah dilupakan demi mencari persaudaraan baru.

Bahwa Bangladesh juga bersikap aneh dengan menuntut tempat netral di luar India, pada menit-menit terakhir, telah memperburuk drama tersebut. Dan langkah keras Dhaka dipicu oleh instruksi BCCI Kolkata Knight Riders untuk memecat perintis Mustafizur Rahman dari Liga Utama India. Hal ini dipandang sebagai cara Delhi melancarkan protes besar-besaran atas kekerasan terhadap komunitas minoritas Hindu di Bangladesh.

Langkah inilah yang langsung mendapat reaksi dari Dewan Kriket Bangladesh dan PCB. Tak lama kemudian, India, Pakistan, dan Bangladesh, serta dewan kriket dan pemerintah masing-masing negara, terlibat dalam kekacauan yang berbelit-belit akibat kepekaan yang terluka dan reaksi berlebihan yang sepenuhnya ditujukan pada ranah politik dalam negeri mereka.

Wortel dari sops

Berbagai upaya penyelamatan melibatkan Pemerintah Sri Lanka, dugaan pemberian imbalan ICC kepada Pakistan dan Bangladesh, dan hukuman yang dijatuhkan. Sejujurnya, kriket tidak menang. Namun yang pasti adalah bahwa kompleksitas politik sub-kontinental kembali memainkan peran kedua dalam pertimbangan komersial dalam melanjutkan permainan ini. Semua baris lain dalam siaran pers hanyalah basa-basi.



Tautan sumber