Thomas Frank telah mengonfirmasi bahwa dia tidak akan mencopot Cristian Romero sebagai kaptennya di Tottenham meski mendapat kartu merah lagi.
Romero diusir keluar lapangan pada menit ke-29 Kekalahan 2-0 di Liga Premier dari Manchester United pada hari Sabtu sore.
Pemain Argentina itu dikeluarkan dari lapangan setelah pelanggaran yang mengenai pergelangan kaki Casemiro dan membuat wasit Michael Oliver mengambil keputusan sederhana.
Selama lima musimnya di Kemasyhuranbek tengah itu telah dikeluarkan dari lapangan sebanyak enam kali di semua kompetisi.
Ini adalah yang terbanyak dari semuanya Liga Utama pemain selama periode ini, dan kartu merah terbarunya akan membuatnya melewatkan empat pertandingan berikutnya.
Romero terutama akan absen dari derby London utara melawan penantang gelar Arsenal pada 22 Februari.
Kartu merah Romero untuk Spurs
November 2021 – vs Vitesse Arnhem – Penyisihan grup Liga Konferensi
Februari 2023 – vs Manchester City – Liga Premier
Maret 2023 – vs AC Milan – babak 16 besar Liga Champions
November 2023 – vs Chelsea – Liga Primer
Desember 2025 – vs Liverpool – Liga Premier
Februari 2026 – vs Manchester United – Liga Premier
Pelatih kepala Spurs Jujur ditanya tentang kaptennya dan apakah ada penyesalan karena memberinya ban kapten di awal musim.
“Tidak, tidak ada,” katanya. “Juga, dia mengatakan dia menyesal atas kejadian tersebut, meminta maaf kepada rekan satu timnya di ruang ganti.
“Tidak, menurut saya dia adalah salah satu pemain paling penting, dan menurut saya ketika dia tampil terbaik, dialah yang menggerakkan tim.”
Seorang reporter kemudian menyatakan bahwa kartu merah Romero dalam waktu setengah jam perjalanan ke United tidak akan menguntungkan Frank yang berada di bawah tekanan.
Pemain Denmark itu kemudian menjawab: “Saya pikir adil untuk mengatakan bahwa saya tidak berpikir dia punya niat untuk mendapat kartu merah setelah menit ke-28.”
Dan ketika Frank ditanya apakah dia akan mempertimbangkan pergantian kapten, dia hanya menjawab: “Tidak.”
Spurs terpuruk berlanjut
Sudah hampir enam minggu sejak Spurs terakhir kali memenangkan pertandingan liga, kemenangan tipis 1-0 di Crystal Palace.
Empat hasil imbang dan tiga kekalahan terjadi secara beruntun yang membuat mereka terpaut 15 poin dari empat besar.
Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah hanya ada enam poin antara mereka dan rival Londonnya West Ham di zona degradasi.
Kejuaraan sepak bola mulai musim depan masih merupakan prospek yang tidak mungkin, namun ini adalah skenario yang kini dihadapi oleh Spurs.
Setelah bermain melawan Newcastle pada Selasa malam, mereka memiliki waktu 12 hari untuk mempersiapkan kunjungan Arsenal.
Kemenangan tidak hanya akan menggagalkan upaya rival mereka untuk meraih gelar juara, namun juga membantu menjauhkan mereka dari posisi tiga terbawah.

