“Luar biasa”. Bocah 13 tahun berenang sejauh 4 km untuk menyelamatkan ibu dan saudara laki-lakinya yang tersapu ke laut

Andrew Ritchie / Orang Australia Barat

Beau, Joanne, Grace dan Austin Appelbee, pahlawan muda

Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun menyelamatkan nyawa ibu dan dua adik laki-lakinya, yang tersapu ke laut lepas pantai Australia. Pemuda itu berenang ke pantai selama beberapa jam untuk memperingatkan pihak berwenang.

“Itu adalah sebuah upaya manusia super“, katanya kepada saluran televisi Australia ABC komandan tim Penyelamat Laut Naturaliste, Paul Bresland.

Pria muda itu Austin Appelbeeberusia 13 tahun, berenang sejauh 4 kilometer ke pantai Quindalup, di barat daya Australia, ke memberikan peringatansetelah mendapat masalah dengan ibunya, Joanne Appelbee, 47, saudara laki-lakinya Beau, 12, dan saudara perempuannya Grace, 8, kata polisi.

“Dia berenang, menurutnya, dua jam pertama dengan rompi penjaga pantai dengan penjaga pantainya mengenakan”, Bresland merinci. “Anak pemberani itu tidak berpikir dia akan berhasil dengan rompinya, jadi menyingkirkannya dan berenang selama dua jam berikutnya tanpa rompi”

Austin mengatakan dia awalnya pergi mencari bantuan dalam kayak tiup itu itu terisi air. Dia meninggalkan kayaknya dan melompat ke dalam air, akhirnya melepas jaket pelampungnya karena “membuat berenang menjadi sulit“.

Kata pemuda itu mencoba fokus pada pikiran positif sambil berenang selama sekitar empat jammelewati gelombang laut yang ganas, menuju pantai, setelah memberikan peringatan pada jam 6 sore.

Ombaknya sangat besar dan saya tidak punya rompi berpakaian penjaga pantai. Saya terus berpikir ‘terus berenang, terus berenang’. Dan akhirnya saya mencapai pantai dan Saya menyentuh dasar pantai dan pingsan“, lanjut Austin ke BBC. “Saya tidak berpikir saya adalah seorang pahlawan, saya hanya melakukan apa yang saya lakukan.”

Keluarga Austin, berasal dari Perth, ibu kota negara bagian Australia Barat, sedang berlibur dan menggunakan kayak dan papan dayung disewa di hotel sekitar tengah hari pada hari Jumat, ketika kondisi laut yang kasar dan angin mulai membawa mereka ke laut.

Setelah peringatan yang diberikan oleh pahlawan muda tersebut, sekitar pukul 20.30 sebuah helikopter pencarimenemukan ibu dan dua anaknya mengenakan jaket pelampung dan berpegangan pada papan dayung, kata polisi. Keluarga itu pernah terseret sejauh 14 kilometer dari Quindalup, dan lulus 10 jam di dalam air.

Pujian saja tidak cukup untuk saham Austin. Pada akhirnya, milikmu tekad dan keberanian menyelamatkan nyawa ibu dan saudara laki-lakinya“, kata inspektur polisi James Bradley di a penyataan.

Ibu pemuda itu, Joanne lebah apelSelasa ini kepada wartawan menjelaskan hal itu mengirim putra sulungnya untuk meminta bantuan daripada pergi sendiri, karena Saya tidak bisa meninggalkan ketiga anak saya.

Salah satu keputusan tersulit Yang harus saya lakukan adalah mengatakan kepada Austin: ‘Cobalah untuk pergi ke pantai dan mencari bantuan. Ini bisa menjadi sangat serius dengan sangat cepat‘”, kata Joanne. “Saya yakin dia akan mencapai pantai, tapi ternyata saya berhasil penuh keraguan saat matahari terbenam dan bantuan belum tiba.

Kami tetap positif, kami bernyanyi dan bercanda dan kami sedang menghadapinya seperti semacam permainan sampai matahari mulai terbenam, dan saat itulah suasana menjadi sangat sibuk. Ombaknya sangat besar,” ujarnya.

Menurut Paul Bresland, keluarga menahan air di laut yang ganas berjam-jam, karena sang ibu berhasil menjaga anak-anak lainnya tetap dekat dengan papan dayung. “Secara fisik, dia mengalami masa-masa sulit, tapi dia terus maju dan terus maju menjaga mereka tetap bersama“, kata Bresland kepada ABC.

Pada saat mereka diselamatkan, ketiganya gemetar dan Beau punya kehilangan sensasi pada kaki karena kedinginan. Keempat anggota keluarga tersebut telah dievaluasi secara medis, namun tidak ada yang memerlukan rawat inap di rumah sakit.

“Saya punya tiga anak. Ketiganya berhasil. Itu yang terpenting“, kata Joanne.



Tautan sumber