
- Layanan cloud yang dijual di luar India tidak akan dikenakan pajak, namun pengecer lokal tetap dikenakan pajak
- Google, Microsoft, dan Amazon telah memberikan komitmen miliaran dolar antara sekarang hingga tahun 2030
- India ingin menjadi negara maju pada tahun 2047, pusat data untuk menciptakan lapangan kerja
India akan menawarkan insentif pajak baru yang besar untuk menarik investasi AI cloud di negara tersebut, dan pemerintah negara tersebut mengonfirmasi bahwa tidak akan ada pajak yang dipungut atas pendapatan dari layanan cloud yang dijual di luar negeri hingga tahun 2047 – selama beban kerja dijalankan dari pusat data India.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian India, memposisikan pusat data sebagai industri strategis dan bukan sekadar infrastruktur back-end.
Harapannya adalah bahwa insentif pajak akan menyebabkan lebih banyak perusahaan asing mendirikan kantor di India, menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memposisikan India sebagai pusat data global.
India ingin perusahaan cloud asing didirikan bebas pajak
Perubahan kebijakan ini mencerminkan tren yang sedang berlangsung di mana perusahaan teknologi besar (Big Tech) telah berkomitmen menghabiskan miliaran dolar untuk mengembangkan pusat data di India.
Ini termasuk Googleyang memiliki berjanji $15 miliar pada tahun 2030, Microsoft berkomitmen menjadi $17,5 miliar pada tahun 2029 dan Amazon dikatakan mereka akan menghabiskan $35 miliar pada tahun 2030, semuanya untuk meningkatkan AI dan infrastruktur pusat data.
Yang lebih penting lagi, insentif ini berlaku untuk perusahaan luar negeri, dan penjualan dalam negeri harus melalui pengecer lokal yang dikenakan pajak sesuai dengan bea cukai normal di India.
Namun, investasi besar perlu dilakukan lebih dari sekedar infrastruktur kampus, terutama dengan tunjangan bebas pajak. Para kritikus khawatir akan pasokan listrik yang tidak merata, tingginya biaya listrik, dan kelangkaan air, belum lagi dampak tingginya penggunaan pusat data terhadap masyarakat lokal.
Jangka waktu insentif pajak selama 21 tahun merupakan hal yang penting, karena Perdana Menteri Narendra Modi telah menetapkan tujuan agar negaranya menjadi negara maju pada tahun 2047, sebuah skema yang diberi nama Viksit Bharat (India Maju) (melalui PMIndia).
Ikuti TechRadar di Google Berita Dan tambahkan kami sebagai sumber pilihan untuk mendapatkan berita, ulasan, dan opini pakar kami di feed Anda. Pastikan untuk mengklik tombol Ikuti!
Dan tentu saja Anda juga bisa Ikuti TechRadar di TikTok untuk berita, review, unboxing dalam bentuk video, dan dapatkan update rutin dari kami Ada apa juga.



