File foto mantan pemain kriket India Sunil Gavaskara | Kredit Foto: PTI
Mantan kapten India Sunil Gavaskar memperkirakan Pakistan akan melakukan “putar balik” namun terlepas dari itu, ia meminta ICC untuk mengambil tindakan hukum terhadap negara tersebut karena memboikot pertandingan Piala Dunia T20 melawan India pada 15 Februari.
Pemerintah Pakistan memutuskan untuk tidak memberikan izin kepada tim kriketnya untuk memainkan pertandingan tingkat tinggi di Kolombo dan meskipun tidak ada alasan resmi yang diberikan, hal ini secara luas ditafsirkan sebagai isyarat solidaritas dengan Bangladesh.
Bangladesh tersingkir dari Piala Dunia setelah menolak memainkan pertandingan mereka di India, dengan alasan masalah keamanan.
“Saya pikir dalam empat atau lima hari ke depan, ketika reaksi mulai berdatangan dari seluruh dunia dan bahkan dari mantan pemain mereka, ada kemungkinan Pakistan akan mengubah pendirian mereka,” kata Gavaskar.
Turnamen ini akan berlangsung pada 7 Februari dan Pakistan akan memainkan semua pertandingan mereka di Sri Lanka sebagai bagian dari perjanjian dengan BCCI dan ICC.
“Apa yang baru dalam hal ini? Kita semua tahu pemain kriket Pakistan pensiun dan kemudian, empat hari kemudian, mengambil kembali masa pensiun mereka, dengan mengatakan ‘penggemar kami meminta kami untuk bermain lebih banyak’. Ini mungkin terjadi lagi,” kata Gavaskar.
“Pemain Pakistan sudah memberi contoh. Mereka terus bangkit dari masa pensiun. Jadi hal seperti itu mungkin terjadi sebelum tanggal 15,” candanya.
Baik Gavaskar maupun Harbhajan mengatakan ICC dapat dibenarkan jika bertindak melawan Pakistan. Di antara pilihan-pilihan yang ada, badan dunia tersebut dapat mengurangi poin Kejuaraan Tes Dunia Pakistan, membuat peringkat mereka stagnan di ICC, dan mendorong negara-negara anggota utama untuk menolak melakukan perjalanan ke sana.
“Jika Pakistan tidak memiliki alasan yang sah untuk membenarkan penarikan diri dari pertandingan besar melawan India, atau jika mereka tidak dapat menunjukkan alasan untuk melanggar kontrak, maka Dewan ICC akan mengambil tindakan,” katanya.
“Saya tidak tahu tindakan apa yang akan mereka ambil, tapi saya pikir ada begitu banyak dewan lain yang terlibat, jadi ini bukan hanya keputusan satu orang. Namun, itu harus menjadi sesuatu yang memastikan tidak ada tim lain di masa depan yang juga mempertimbangkan melakukan hal itu.
“ICC mungkin akan mengambil tindakan hukum terhadap Pakistan atas penolakannya bermain melawan India, tapi apa akibat dari tindakan tersebut, saya tidak bisa mengatakannya,” tambahnya.
Harbhajan, mantan off-spinner India, berbicara di saluran YouTube-nya, mengatakan ICC tidak boleh membiarkan Pakistan mengambil keputusan pada menit-menit terakhir.
“Tadinya mereka tidak punya masalah. Sekarang mereka sudah masuk ke dalam apa yang menjadi masalah Bangladesh. Keputusan ini bisa berdampak pada ICC, jadi ICC berhak mengambil tindakan hukum. Bisa berdampak pada keseluruhan turnamen,” ujarnya.
Diterbitkan – 02 Februari 2026 15:27 WIB



