
Anda mungkin menganggap diri Anda sebagai orang yang suka begadang atau suka bangun pagi – tetapi tahukah Anda tipe orang yang suka bangun pagi atau suka malam seperti apa sebenarnya Anda?
Para ahli percaya bahwa orang-orang termasuk dalam salah satu dari lima kelompok yang berbeda – bukan hanya dua kelompok – dalam hal pola tidur mereka.
Faktanya, tim ahli saraf dan psikiater menyebutkan ada tiga jenis ‘night Owl’.
Satu kelompok cenderung berkinerja tinggi, menyukai minuman, biasanya mengemudi dengan cepat dan unggul dalam pemecahan masalah, serta lebih mungkin memiliki anak.
Lalu ada pula orang-orang yang berani mengambil risiko dan energik, biasanya pria, yang menyukai kelompok sosial, sangat aktif secara fisik, dan suka minum-minum. alkohol.
Namun kelompok ketiga lebih cenderung tidak aktif secara fisik dan berisiko terkena penyakit ini depresi.
Di antara orang-orang yang suka bangun pagi, ada kelompok yang banyak orang bayangkan ketika membayangkan mereka yang bangun pagi: mereka yang menjalani kehidupan stabil dengan sedikit perilaku mengambil risiko dan cenderung tidak minum terlalu banyak.
Namun ada kelompok kedua yang lebih awal, kemungkinan besar adalah perempuan, yang jadwalnya lebih awal tampaknya menjadi penyebab kelelahan dan mungkin lebih sulit mengatasi rasa cemas.
Para ahli percaya bahwa orang-orang termasuk dalam salah satu dari lima kelompok yang berbeda – bukan hanya dua kelompok – dalam hal pola tidur mereka
Kelima kelompok tersebut diidentifikasi menggunakan algoritma AI untuk menganalisis lebih dari 27.000 orang dalam studi kesehatan Biobank Inggris, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.
Para peneliti mengamati apakah partisipan diidentifikasi sebagai orang yang suka begadang atau orang yang bangun pagi, lalu mengurutkannya ke dalam kelompok yang lebih kecil berdasarkan kesamaan dalam struktur dan koneksi otak mereka, juga menanyakan tentang ciri-ciri kepribadian, perilaku, serta kesehatan fisik dan mental mereka.
Le Zhou, seorang ilmu saraf dan peneliti data dari McGill University di Kanada, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan: ‘Dua orang yang lebih suka larut malam dapat memiliki otak, gaya hidup, dan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan yang sangat berbeda.
Dengan mengidentifikasi subtipe, kita dapat lebih memahami mengapa beberapa orang berkembang pada jadwal yang terlambat sementara yang lain mengalami kesulitan, dan mengapa bangun pagi tidak menjamin kesehatan yang baik.
Tergantung pada subtipe Anda, Anda mungkin perlu fokus untuk membatasi perilaku impulsif, tetap aktif atau mendapatkan dukungan sosial yang tepat, daripada sekadar mengubah waktu tidur Anda.
Kelompok burung hantu malam pertama, kelompok yang berkinerja tinggi, memiliki waktu reaksi yang lebih cepat dan lebih baik dalam memecahkan teka-teki namun kesulitan dengan regulasi emosional.
Mereka yang suka tidur malam dan energik, seperti kelompok pertama, adalah orang yang suka mengambil risiko, cenderung menjadi peminum berat dan perokok, serta memiliki risiko depresi yang relatif rendah.
Kelompok ketiga, yang lebih cenderung merokok dan tidak banyak bergerak, memiliki risiko lebih besar terkena depresi dan masalah kardiovaskular, yang mungkin terkait dengan jadwal tidur mereka yang terlambat.
Sebagai perbandingan, kelompok pertama yang bangun pagi, yaitu orang-orang yang suka bangun pagi, biasanya menghabiskan lebih banyak waktu menonton televisi dan lebih sedikit waktu minum, dan cenderung khawatir dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tidak mengambil risiko dan tidak kesulitan mengatur emosi.
Sedangkan kelompok kedua seringkali lebih lelah, cemas dan rentan depresi.



