Kesan bagus: Pragnay, yang memainkan pertandingan pertamanya di musim bola merah, membuat kesan. | Kredit Foto: File foto
Hyderabad menyimpan performa pukulan terbaiknya untuk pertandingan liga terakhir musim Piala Ranji.
Setelah banyak dari Abhirath Reddy dan K. Himateja menempatkan tuan rumah di posisi komando dalam pertandingan Elite Grup D melawan Chhattisgarh, Pragnay Reddy bergabung dengan daftar perwira pada Hari ke-3 di Gymkhana Ground di sini pada hari Jumat. Ton Pragnay membantu Hyderabad mengamankan keunggulan substansial pada babak pertama sebanyak 348 putaran.
Melanjutkan hari setelah meletakkan dasar yang kokoh, Himateja dan Pragnay membangun 91 rekor tak terkalahkan mereka dengan kesabaran dan tujuan. Sembilan puluh empat run ditambahkan sebelum Himateja terhenti. Setelah hanya mencetak satu setengah abad di musim bola merah sebelum pertandingan ini, Himateja mengungkapkan kepuasannya setelah mencetak 258 bola 171 (18×4, 1×6). “Kembali berlari adalah perasaan yang sangat membahagiakan, begitu juga dengan mengakhiri musim dengan baik. Namun ada beberapa kekecewaan karena pukulan ini terjadi di akhir musim,” kata Himateja kepada The Hindu.
“Dalam pertandingan tersebut, sekitar 70% batasan saya tercapai melalui cover. Saya tidak membiarkan mereka (pemain bowling Chhattisgarh) melakukan bowling dengan rencana; saya memanipulasinya dengan menggunakan kaki saya sepanjang waktu. Saya menikmati pukulan setelah waktu yang lama. Tidak peduli berapa banyak fielder yang mengisi area cover, saya selalu mencari celah. Saya sangat senang dengan cara saya bermain. Tidak ada penyesalan.”
Dengan 485 run, Himateja sekarang menempati posisi kedua di chart run Hyderabad, 59 di belakang Rahul Singh. Sementara itu, Pragnay (126, 184b, 14×4, 4×6), yang memainkan pertandingan pertamanya musim ini, menyampaikan abadnya sebelum makan siang tetapi segera kehabisan mitra setelahnya. Menanggapi 631 tuan rumah, Chhattisgarh menyelesaikan hari itu dengan 100 run memangkas keunggulan Hyderabad karena kehilangan dua gawang.
Menanti hari terakhir, Himateja berharap bisa cepat selesai. “Kami ingin mendapatkan delapan gawang itu. Setelah kemitraan saat ini (pertahanan 58 pertandingan tak terkalahkan antara kapten Amandeep Khare dan wakil Anuj Tiwary) dipatahkan, kami akan mendapatkan gawang dalam jumlah banyak.”
Skor: Chhattisgarh – babak pertama: 283.
Hyderabad – babak pertama: Aman Rao c Dev Aditya b Sarwate 52, Abhirath Reddy c Mayank b Ayush 121, Rahul Singh c Mayank b Dev Aditya 39, K. Himateja st Mayank b Sarwate 171, Rahul Radesh b Ravi 18, Pragnay Reddy c Dev Aditya b Sanjeet 126, Tanay Thyagarajann c Ravi b Dev Aditya 32, Mohammed Siraj c Sourabh b Sahban 10, G. Aniketh Reddy c Mayank b Sahban 3, Rakshann Reddi (tidak keluar) 23, B. Punnaiah st. Mayank b Ayush 12; Ekstra (b-9, lb-7, w-8): 24; Total (dalam 154 over): 631.
Jatuhnya gawang: 1-96, 2-142, 3-289, 4-324, 5-509, 6-558, 7-575, 8-590, 9-598.
Boling Chhattisgarh: Ravi 24-1-117-1, Sarwate 36.5-6-132-2, Dev Aditya 24-3-108-2, Sahban 45.1-2-172-2, Ayush 14-2-53-2, Prateek 5-0-17-0, Sanjeet 5-2-16-1.
Chhattisgarh – babak ke-2: Ayush Pandey c Pragnay b Rakshann 24, Anuj Tiwari (memukul) 47, Sanjeet Desai c Aman b Siraj 0, Amandeep Khare (memukul) 25; Ekstra (nb-1, lb-3): 4; Total (untuk dua minggu dalam 39 over): 100.
Jatuhnya gawang: 1-41, 2-42.
Boling Hyderabad: Siraj 7-2-13-1, Thyagarajann 13-2-34-0, Aniketh 12-1-35-0, Rakshann 5-3-5-1, Himateja 2-0-10-0.
Diterbitkan – 31 Januari 2026 23:56 IST



