
- Geely akan memulai produksi teknologi baterai solid-state tahun ini
- Kepadatan energinya diperkirakan mencapai 400 Wh/kg
- Baterai yang lebih aman dan andal juga dijanjikan
Perusahaan induk Volvo Geely Otomatis, yang juga memiliki Zeekr, Lotus dan Lynk & Co, telah mengumumkan akan memindahkan perusahaannya baterai solid-state teknologi dari laboratorium hingga jalan saat memulai produksi dan pengujian.
Saat mengumumkan berita tersebut pada acara komunikasi strategi lima tahun Geely Holding Group, perusahaan tersebut mengatakan akan menyelesaikan produksi paket baterai solid-state (SSB) debutnya yang dikembangkan sendiri pada tahun ini dan memindahkannya dari laboratorium ke dalam kendaraan prototipe untuk pengujian.
Belum ada kabar merek mana yang pertama kali menerima teknologi tersebut, namun baterai solid-state Geely diklaim menawarkan kepadatan energi 400 Wh/kg. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 200-300 Wh/kg yang ditawarkan baterai litium-ion dengan elektrolit cair saat ini.
Hasilnya, pembuat mobil berpotensi memasang kendaraan listrik dengan baterai yang lebih ringan dan lebih kecil, yang akan sangat meningkatkan pengendaraan dan pengendalian. Sebagai alternatif, baterai solid-state yang lebih besar dapat digunakan untuk menawarkan jangkauan monster lebih dari 650 mil antara penghentian pengisian daya.
Lebih aman dan nyaman
Volvo baru-baru ini mengungkap model EX60 terbarunya yang diharapkan perusahaan akan menjadikan merek tersebut sebagai pemimpin EV sejati. Kendaraan tersebut sudah mampu menempuh jarak sekitar 500 mil, tetapi dengan teknologi SSBini bisa dengan mudah menggelitik angka 650-700 mil.
Terlebih lagi, Volvo adalah merek yang identik dengan keselamatan dan paket baterai SSB Geely Auto menjanjikan pengisian daya yang lebih cepat tanpa mengorbankan keselamatan berkat risiko pelepasan panas yang lebih rendah, serta peningkatan kinerja jika terjadi kecelakaan.
Meski begitu, Geely bukanlah satu-satunya produsen mobil yang mengejar teknologi ini, karena banyak pesaing asal Tiongkok yang akan meluncurkan kendaraan produksinya ke pasar, begitu juga dengan BMW, Toyota, Mercedes-Benz, dan Stellantis Group mendorong kemajuan teknologi di antara para pembuat mobil lama.
Dua tahun ke depan akan menjadi tahun yang sangat besar bagi kendaraan listrik, dengan jangkauan maksimal dan kecepatan pengisian daya yang akan membuat lompatan kuantum dalam 24 bulan mendatang.
Ikuti TechRadar di Google Berita Dan tambahkan kami sebagai sumber pilihan untuk mendapatkan berita, ulasan, dan opini pakar kami di feed Anda. Pastikan untuk mengklik tombol Ikuti!
Dan tentu saja, Anda juga dapat mengikuti TechRadar YouTube Dan TikTok untuk berita, review, unboxing dalam bentuk video, dan dapatkan update rutin dari kami Ada apa juga.



