
- Sebagian besar pemimpin bisnis yakin karyawan mereka akan terkena serangan phishing
- Pekerja biasanya menggunakan kembali kata sandi kerja untuk akun pribadi
- Penipuan AI dan deepfake semakin mengkhawatirkan
Data baru dari Vodafone Business mengungkapkan bahwa lebih dari 10% organisasi di Inggris mungkin tidak akan bertahan jika mereka terkena serangan siber. Meskipun hal ini mungkin terdengar seperti promosi yang rendah, hal ini terjadi karena serangan yang terus berkembang dan praktik keamanan siber yang buruk.
Hampir dua pertiga (63%) setuju bahwa risiko serangan siber pada bisnis mereka telah meningkat selama setahun terakhir, dan sebagian besar pemimpin (71%) yakin setidaknya salah satu pekerja mereka mungkin akan terkena serangan phishing.
Namun, meskipun kita berada di era ancaman yang berkembang pesat, laporan ini menunjukkan bahwa beberapa langkah dasar keamanan siber masih dapat melindungi perusahaan.
Dunia usaha di Inggris masih menghadapi risiko serangan siber
Salah satu praktik tersebut adalah penggunaan kata sandi yang kuat dan unik. Studi ini menemukan bahwa staf juga menggunakan kembali kata sandi kerja di 11 akun pribadi, sehingga membuat satu pelanggaran menjadi jauh lebih buruk.
Dan untuk negara bagian Inggris saat ini, bahkan tidak setengahnya (45%) yang memastikan bahwa semua stafnya telah menjalani pelatihan dasar kesadaran siber.
Namun perubahan mungkin akan segera terjadi, dengan 89% setuju bahwa serangan tingkat tinggi tahun lalu (seperti yang terjadi pada M&S dan Jaguar Land Rover) membuat mereka lebih waspada.
Kesadaran terhadap penipuan AI dan deepfake juga semakin meningkat, dan 70% kini lebih curiga terhadap panggilan video yang mengaku berasal dari para pemimpin senior.
“Banyak langkah – seperti menghindari penggunaan ulang kata sandi dan meningkatkan pelatihan staf – relatif mudah diterapkan,” tulis Direktur Bisnis VodafoneThree Nick Gliddon.
Pemerintah Inggris juga meluncurkan Piagam Penipuan Telekomunikasi yang kedua pada akhir tahun ini, dengan harapan dapat meningkatkan pertahanan Inggris terhadap kejahatan dunia maya yang canggih.
Ikuti TechRadar di Google Berita Dan tambahkan kami sebagai sumber pilihan untuk mendapatkan berita, ulasan, dan opini pakar kami di feed Anda. Pastikan untuk mengklik tombol Ikuti!
Dan tentu saja Anda juga bisa Ikuti TechRadar di TikTok untuk berita, review, unboxing dalam bentuk video, dan dapatkan update rutin dari kami Ada apa juga.



