California dilanda EMPAT BELAS gempa bumi dalam waktu kurang dari 24 jam

Yang keempatbelas gempa bumi telah melanda Selatan Kalifornia dalam waktu kurang dari sehari dan para ahli memperingatkan bahwa gempa susulan mungkin akan terjadi lagi.

Gempa terbaru terjadi hanya beberapa mil dari kota Indio di Pelatihella Lembah, yang berjarak sekitar 100 mil sebelah timur keduanya Los Angeles dan San Diego.

Survei Geologi AS (USGS) memperkirakan gempa tersebut berkekuatan 3,6 skala richter, terjadi pada pukul 13.48 ET pada hari Selasa di sepanjang bagian Patahan San Andreas yang dikenal sebagai untaian Mission Creek.

Kawanan seismik terbaru di California dimulai tepat sebelum jam 9 malam ET pada hari Senin ketika gempa berkekuatan 4,9 skala Richter terdeteksi di wilayah yang sama.

Gempa kecil yang terjadi pada Selasa sore adalah salah satu dari selusin gempa susulan yang terjadi menyerang kawasan padat penduduk dalam waktu kurang dari 16 jam.

Gempa bumi awal dilaporkan menyebabkan guncangan kuat di pusat gempa dekat Indio dan dilaporkan ke USGS oleh ribuan penduduk hingga ke garis pantai AS, mengguncang lebih dari lima juta orang di Los Angeles dan San Diego.

Kawanan manusia sepanjang hari ini terjadi hanya 15 mil dari lokasi festival musik dan seni tahunan Coachella, yang mendatangkan sekitar 250.000 orang ke daerah tersebut pada bulan April.

Para pejabat USGS telah memperingatkan bahwa ada kemungkinan 98 persen akan terjadi lebih banyak gempa bumi berkekuatan lebih dari 3,0 SR yang akan melanda wilayah tersebut dalam tujuh hari ke depan, dan 39 persen kemungkinan gempa susulan akan melebihi 4,0 skala Richter.

Gempa bumi berkekuatan 4,9 melanda California Selatan pada pukul 9 malam ET pada hari Senin, memicu lebih dari selusin gempa dalam waktu kurang dari sehari

Kawanan gempa terjadi lebih dari 100 mil dari Los Angeles, rumah bagi hampir empat juta orang (Stock Image)

Sejak gempa berkekuatan 4,9 skala Richter pada Senin malam, USGS telah mencatat lebih dari 150 gangguan seismik di Lembah Coachella.

Mayoritas gempa tersebut berkekuatan 2,0 skala Richter, membuatnya terlalu lemah untuk dirasakan oleh orang-orang di permukaan tanah.

Namun, lebih dari 12 gempa berkekuatan antara 2,5 dan 4,9 skala Richter, yang berarti warga mungkin merasakan guncangan hebat selama gempa terjadi, namun tidak ada kerusakan parah yang terjadi. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Meskipun kawanan yang terjadi minggu ini telah menyelamatkan penduduk setempat dari kerusakan besar, kekhawatiran terus meningkat mengenai stabilitas masa depan San Andreas dan jalur patahan besar lainnya di California.

San Andreas adalah garis patahan sepanjang 800 mil yang membentang dari California Selatan, melalui Bay Area, dan terus ke bagian utara negara bagian tersebut dan Samudra Pasifik.

Baru-baru ini Studi tahun 2021 di Science Advances menyimpulkan bahwa bagian selatan patahan diam-diam menyimpan sejumlah besar tekanan selama berabad-abad.

Ketika gempa tersebut akhirnya putus, seperti putusnya karet gelang, para ilmuwan berteori bahwa gempa tersebut dapat melepaskan semua energi yang terkumpul dalam satu peristiwa besar, yang berpotensi menyebabkan gempa bumi yang sangat besar di untaian Mission Creek.

Menurut a Laporan tahun 2015 oleh para ilmuwan USGSada kemungkinan 95 persen bahwa setidaknya satu gempa besar, yang berkekuatan lebih dari 6,7 SR, akan terjadi di suatu tempat di kawasan ini pada tahun 2043.

Kawanan gempa di California Selatan terjadi di sepanjang bagian Sesar San Andreas yang disebut untaian Mission Creek

Ramalan gempa bumi USGS memperkirakan bahwa gempa yang akan terjadi ini memiliki peluang sebesar 72 persen untuk terjadi tepat di San Francisco Bay Area, yang merupakan rumah bagi sekitar delapan juta orang.

Secara keseluruhan, laporan suram tersebut memperkirakan bahwa terdapat lebih dari 99 persen kepastian bahwa gempa besar berkekuatan 6,7 skala Richter akan terjadi di suatu tempat di negara bagian tersebut, termasuk California Selatan, dekat Los Angeles dan San Diego.

Para ilmuwan sebelumnya meyakini sebagian besar aksi pergeseran di California Selatan, tempat dua bagian besar kerak bumi saling bergesekan, terjadi di sepanjang cabang San Andreas lainnya, seperti untaian Banning.

Namun, laporan tahun 2021 menemukan bahwa untaian Mission Creek, bagian yang melintasi Lembah Coachella, sebenarnya adalah pendorong utama aktivitas seismik di bagian California Selatan ini.

Para peneliti di California menemukan Mission Creek menangani sebagian besar pergeseran ke samping antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara, mencakup sekitar 90 persen dari total pergerakan pergeseran di bagian Kalifornia ini.

Pada tahun 2008, pejabat USGS melakukan simulasi mengenai dampak gempa berkekuatan 7,8 skala Richter jika terjadi di sepanjang patahan San Andreas di bawah Los Angeles.

Hipotesis ‘Yang Besar’ ini akan menyebabkan sekitar 1.800 kematian, 50.000 cedera, dan kerugian sebesar $200 miliar, menurut Pengguncangan Besar California.

Hal ini juga akan menyebabkan pecahnya permukaan hingga setinggi 13 kaki, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur yang melintasi garis patahan, seperti jalan raya, jaringan pipa, dan jalur kereta api.

Sedangkan untuk bangunan, sekitar dua juta bangunan akan terkena dampaknya, dengan 50.000 bangunan hancur total atau diberi tanda merah, yang berarti bangunan tersebut tidak dapat menampung orang lagi.

Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa bangunan-bangunan tua yang tidak diperkuat dan gedung-gedung tinggi dengan lapisan las yang rapuh sangat rentan.



Tautan sumber