
- Microsoft telah menganalisis bagaimana pengguna Copilot berinteraksi dengan AI dalam 37,5 juta percakapan
- Ada perbedaan yang jelas antara interaksi kerja dan pribadi
- Beginilah cara pengembang aplikasi menyesuaikan UI chatbot mereka
Desember 2025 yang baru laporan dari Microsoft telah mengungkap beberapa perbedaan penting di antara pengguna Copilot dalam hal bagaimana dan kapan orang menggunakan AI, dan hal ini didasarkan pada 37,5 juta percakapan Copilot yang tidak teridentifikasi, sehingga terdapat alasan untuk meyakini bahwa wawasan tersebut seharusnya cukup akurat.
Menarik garis tengah, Microsoft mengidentifikasi bahwa penggunaan AI desktop umumnya didominasi oleh pekerja antara pukul 08.00 dan 17.00, sementara penggunaan seluler lebih condong ke topik pribadi, dan digunakan sepanjang waktu.
Bagi pengguna pribadi, kesehatan dan kebugaran menjadi topik utama, yang menurut Microsoft membuktikan bahwa AI semakin dipercaya dalam memberikan saran, bukan sekadar pengumpulan informasi.
Copilot mendapatkan Spotify Wrapped/Apple Music Replay-nya sendiri dengan wawasan penting baru yang terungkap
Para peneliti menekankan bahwa data perusahaan dan pendidikan tidak disertakan dalam analisis, namun jutaan pemegang akun pribadi masih menggunakan layanan ini untuk keperluan pribadi dan pekerjaan. Microsoft menemukan bahwa pemrograman mencapai puncaknya pada hari kerja, permainan meningkat pada akhir pekan, dan pertanyaan filosofis meningkat pada larut malam.
Redmond mengklaim bahwa adopsi arus utama juga meningkat, melampaui adopsi awal di kalangan pengembang dan sejumlah pekerja.
Pada awal tahun 2025, Copilot digunakan secara luas untuk beban kerja teknis dan produktivitas, namun pada bulan September (akhir studi khusus ini) Copilot menjawab lebih banyak pertanyaan tentang masyarakat, budaya, dan sejarah.
Copilot bahkan melihat tren musiman di kalender sosial. Misalnya, hubungan dan pertumbuhan pribadi menjelang Hari Valentine dan penurunan topik terkait pendidikan selama musim panas.
Dengan informasi baru ini, Microsoft pada dasarnya telah memberi tahu semua AI bot obrolan pengembang bagaimana mereka dapat menyesuaikan UI mereka dengan pola penggunaan. “Agen desktop harus mengoptimalkan kepadatan informasi dan pelaksanaan alur kerja, sementara agen seluler mungkin memprioritaskan empati, singkatnya, dan bimbingan pribadi,” para peneliti menyimpulkan.
“Data menunjukkan bahwa kita tidak hanya menggunakan AI untuk melakukan pekerjaan kita lebih cepat; kita juga menggunakannya untuk menavigasi kompleksitas manusia, satu demi satu,” tambah mereka.
Ikuti TechRadar di Google Berita Dan tambahkan kami sebagai sumber pilihan untuk mendapatkan berita, ulasan, dan opini pakar kami di feed Anda. Pastikan untuk mengklik tombol Ikuti!
Dan tentu saja Anda juga bisa Ikuti TechRadar di TikTok untuk berita, review, unboxing dalam bentuk video, dan dapatkan update rutin dari kami Ada apa juga.



