Iran menyalahgunakan kerentanan jaringan seluler untuk menemukan lokasi militer AS di Timur Tengah, kata sebuah laporan

Pemerintah Iran menyalahgunakan kerentanan yang diketahui dalam infrastruktur telekomunikasi global untuk menemukan personel militer AS menjelang Perang Iran, serta pada hari-hari awal konflik, menurut Financial Times. Pemerintah Iran mengeksploitasi Signaling System 7, atau SS7, seperangkat protokol untuk jaringan 2G dan 3G yang telah lama menjadi tulang punggung bagaimana jaringan seluler terhubung satu sama lain untuk mengarahkan panggilan dan SMS pelanggan di seluruh dunia, surat kabar tersebut melaporkan, mengutip penelitian dari Mobile Surveillance Monitor, serta pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui kampanye mata-mata tersebut. Badan intelijen telah lama menyalahgunakan SS7 untuk melacak ponsel di luar negeri, dan itulah yang terjadi dalam kampanye ini. Dengan menggunakan teknik ini, Iran dilaporkan dapat menemukan pasukan militer AS yang ditempatkan di pangkalan militer serta hotel di Irak, Bahrain, dan negara-negara lain di Timur Tengah, yang memungkinkan rezim tersebut untuk menyerang mereka. Serangan ini mengakibatkan beberapa orang terluka. Selain SS7, Iran juga menyalahgunakan teknologi periklanan yang digunakan untuk menayangkan iklan yang disesuaikan kepada pengguna ponsel, teknik pengawasan terkenal lainnya yang mengandalkan teknologi sehari-hari.


Diterbitkan : 2026-07-14 15:14:00

sumber : techcrunch.com