Umpan generasi berikutnya dengan jangkauan yang lebih luas, lintasan yang ditingkatkan untuk melindungi kapal berpeluru kendali
Kuwait telah memberikan kontrak kepada perusahaan pertahanan Jerman Rheinmetall untuk memasok Sistem Multi Amunisi Softkill (MASS) untuk Angkatan Laut Kuwait. Ini adalah pertama kalinya negara Teluk tersebut memilih teknologi peluncur umpan angkatan laut canggih milik perusahaan tersebut. Kontrak tersebut mencakup pemasangan sistem MASS pada delapan kapal patroli peluru kendali kelas Al Dorra yang baru, di samping pengiriman amunisi umpan Omnitrap-ER serta layanan integrasi dan verifikasi terkait. Menurut Rheinmetall, kontrak gabungan tersebut bernilai sekitar dua digit juta euro, dengan pengiriman dijadwalkan akan berlanjut hingga kuartal kedua tahun 2029. Umpan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan bertahan kapal perang. Akuisisi ini merupakan bagian dari program pembuatan kapal angkatan laut Kuwait yang paling signifikan dalam lebih dari 15 tahun. Kapal kelas Al Dorra sedang dibangun oleh Pembuatan Kapal Abu Dhabi untuk EDGE Group, yang berfungsi sebagai kontraktor utama program tersebut. MASS dirancang untuk meningkatkan kemampuan bertahan kapal perang dengan mengerahkan umpan multispektral yang membingungkan dan mengalihkan ancaman yang masuk sebelum mereka dapat menyerang. Sistem ini mampu melawan spektrum senjata anti-kapal modern yang luas, termasuk rudal berpemandu radar, berpemandu inframerah, berpemandu laser, dan berpemandu elektro-optik. Dengan menciptakan pola umpan yang disesuaikan pada berbagai panjang gelombang, MASS berupaya menyesatkan sensor musuh dan meningkatkan peluang kapal untuk menghindari serangan. Umpan sekali pakai menawarkan jangkauan penempatan yang lebih luas. Sebagai bagian dari paket ini, Kuwait juga akan menerima amunisi umpan Omnitrap-ER dari Rheinmetall. Umpan generasi terbaru ini menawarkan jangkauan penyebaran yang lebih luas dan peningkatan karakteristik penerbangan, sehingga memungkinkan perlindungan yang lebih efektif terhadap radar pencitraan dan pencari rudal inframerah yang semakin canggih. Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah arsitektur modularnya, yang memungkinkannya untuk diintegrasikan ke dalam berbagai platform angkatan laut, mulai dari kapal patroli lepas pantai hingga fregat yang lebih besar. Hal ini juga dapat dihubungkan dengan sistem manajemen tempur yang ada atau dioperasikan secara independen, memberikan fleksibilitas untuk konfigurasi armada yang berbeda. Kontrak ini semakin memperkuat posisi Rheinmetall di pasar perlindungan angkatan laut internasional sekaligus mendukung upaya Kuwait untuk memodernisasi kemampuan pertahanan maritimnya. Ketika angkatan laut regional memberikan penekanan yang lebih besar dalam melawan ancaman rudal tingkat lanjut, sistem perlindungan soft-kill seperti MASS menjadi komponen yang semakin penting dari pertahanan angkatan laut berlapis. Dengan pengiriman yang akan dilakukan hingga tahun 2029, program ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan pertahanan armada permukaan Kuwait di masa depan dan memperkuat investasi negara tersebut dalam keamanan maritim modern. Investasi Kuwait mencerminkan tren yang lebih luas di antara negara-negara Teluk untuk memodernisasi kemampuan angkatan laut di tengah tantangan keamanan regional yang terus berkembang. Melindungi jalur pelayaran, infrastruktur minyak dan gas lepas pantai, serta pendekatan maritim strategis telah menjadi prioritas seiring dengan terus berkembangnya teknologi rudal anti-kapal. Bagi Rheinmetall, kontrak ini memperkuat jejaknya di pasar pertahanan Teluk sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemasok terkemuka peperangan elektronik angkatan laut dan sistem perlindungan soft-kill. Ketika pengiriman terus berlanjut hingga tahun 2029, kapal patroli kelas Al Dorra yang dilengkapi MASS diharapkan dapat memberi Kuwait armada permukaan yang lebih tangguh dan dapat bertahan. mampu beroperasi di lingkungan ancaman maritim yang semakin kompleks.
Diterbitkan : 2026-07-13 06:38:00
sumber : interestingengineering.com



