
Gabriel Marquez / EPA
Anggota Angkatan Bersenjata Bolivia menjaga puing-puing pesawat kargo militer yang jatuh di El Alto, Bolivia, saat mengangkut uang
Pesawat tersebut, merupakan pesawat kargo militer Hercules C-13, membawa uang kertas tujuan Bank Sentral Bolivia. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang berusaha mendapatkan uang kertas yang berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Setidaknya 20 orang meninggal dan lainnya terluka setelah jatuhnya pesawat kargo Angkatan Udara Bolivia di kota barat Yang Tinggiotoritas negara mengkonfirmasi.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat pukul 18.15 waktu setempat, saat pesawat sedang mendekati bandara El Alto dari kota Santa Cruz.
Menurut pejabat penerbangan sipil, perangkat tersebut meninggalkan jalan dan bertabrakan dengan kendaraan yang berada di sekitarnya.
Kementerian Pertahanan Bolivia kemudian mengonfirmasi bahwa hal tersebut adalah a Hercules C-130, dan itu pesawat membawa uang kertas menuju Bank Sentral Bolivia. Ada delapan orang di dalamnya, menurut komandan Angkatan Udara.
Menurut BBCpolisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massayang diduga berlari untuk mencoba mengambil uang kertas yang tersebar di sekitar tempat itu.
Rekaman video menunjukkan pesawat berada di darat dan kendaraan yang mengalami kerusakan parah. Di video lain, Anda bisa melihatnya orang-orang melarikan diri dari gas air mata dan petugas polisi, beberapa di antaranya mengenakan perisai, membentuk garis pembatas. Beberapa massa tampak melemparkan batu.
“Saat tim berita meliput kecelakaan itu, orang-orang yang mencoba mencuri uang diangkut menyerang pers dengan kekerasan yang tidak biasar”, kata Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia, dalam sebuah pernyataan.
Asosiasi tersebut mengatakan unit televisi seluler “ditargetkan secara langsung”, sementara jurnalis lainnya “diserang dengan batumengalami luka berat saat menjalankan tugasnya”.
Kantor Berita Bolivia milik negara melaporkan bahwa setidaknya ada belasan orang yang menjadi korban ditangkap karena mencuri uang kertas.
“Saya ingin menjelaskannya siapa yang mencoba mengambil uang itu dari pesawat, yang Uang ini tidak memiliki nilai hukumkarena tidak dikeluarkan oleh Bank Sentral dan tidak mempunyai nomor seri, dan mencoba menggunakan uang tersebut merupakan kejahatan”, kata Menteri Pertahanan, Marcelo Salinas.
“Kami juga meminta kepada semua orang yang melakukan aksi vandalisme di kawasan ini untuk segera berhenti dan melakukan tindakan vandalisme menghormati kesedihan dan rasa sakit bahwa kita sedang hidup di masa yang sangat sulit ini”, tambah menteri.
Komandan Angkatan Udara Bolivia, Sergio Loramembenarkan bahwa ada delapan awak di dalamnya, “termasuk staf kargo dan awak penerbangan”. Kementerian Kesehatan Bolivia mengindikasikan hal itu 31 orang terluka dalam insiden tersebut, ia juga meluncurkan seruan mendesak untuk donor darah.
“Adikku memberitahuku bahwa dia ada di dalam mobil ketika pesawat itu jatuh,” lapor seorang pria kepada kantor berita Reuters. “Ban pesawat jatuh menimpa mobildan adik saya terluka karena benturan ban mengenai kepalanya, jadi kami segera membawanya ke rumah sakit.”
Sebagai penyebab kecelakaan tersebut belum diketahuinamun beberapa saksi melaporkan bahwa kondisi cuaca buruk pada saat terjadinya. “Ada badai es yang kuat” dan “ada petir” ketika pesawat itu jatuh, kata seorang wanita yang mobilnya tertimpa puing-puing pesawat kepada France-Presse.
Bandara Internasional El Alto ditutup sementara setelah kecelakaan itu. Investigasi atas insiden tersebut sedang berlangsung.



