
Abedin Taherkenareh / EPA
Kolom asap di pusat Teheran setelah serangan Israel, 28 Februari 2026.
Sumber keamanan Israel mengumumkan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut “selama diperlukan.” Media Iran telah melaporkan serangan di seluruh negeri, dan setidaknya ada 40 orang tewas dalam serangan di sekolah perempuan. Gambar di media sosial menunjukkan kehancuran di Teheran.
Tentara Israel mengatakan mereka menyerang “ratusan sasaran militer Iran, termasuk peluncur rudal” di wilayah barat Iran, setelah dimulainya operasi yang dilakukan berkoordinasi dengan Amerika Serikat melawan Republik Islam.
“Sekarang mari kita lanjutkan operasi kitaselama diperlukan”, kata sumber Israel, yang berbicara kepada wartawan dengan syarat tidak disebutkan namanya, menurut kantor berita France-Presse (AFP).
Sumber yang sama menambahkan bahwa operasi yang sedang berlangsungdiluncurkan Sabtu ini oleh Israel dan Amerika Serikat, bertujuan untuk “memastikan bahwa rezim Iran tidak bisa lagi berkompromi stabilitas kawasan dan stabilitas internasional dalam arti luas”.
“Sejalan dengan serangan udara di Iran, sistem pertahanan antipesawat mengidentifikasi dan saat ini mencegat ancaman yang diluncurkan dari Iran menuju Negara Israel”, tambah tentara, dikutip oleh AFP.
Setelah mengumumkan operasi tersebut, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahumengatakan pihaknya menargetkan “ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran”.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trumpkatanya bergantian, di a video menerbitkan Social Truth, bahwa operasi tersebut bertujuan untuk “menghilangkan ancaman yang akan terjadi” Iran dan bahwa saat kebebasan berada dalam jangkauan Iran.
“Kepada anggota Korps Garda Revolusi Islam, angkatan bersenjata dan seluruh angkatan kepolisian, hari ini saya katakan demikian harus meletakkan senjata dan mempunyai kekebalan total atau menghadapi kematian,” tambah Trump, dalam sebuah pernyataan dari kediamannya di Palm Beach, Florida.
Operasi militer gabungan dan terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Israel, yang disebut “Operasi Epic Fury” dan menurut Israel direncanakan berbulan-bulan, mencapai banyak sasaran di seluruh Iran.
Media Iran melaporkan bahwa memang ada serangan di seluruh negeriyaitu Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. Di penghujung pagi, a kolom asap membubung dari ibu kota, Teheran.
Beberapa ledakan mengguncang pusat kota Teheran. pic.twitter.com/sZzPuRcZvV
— Kantor Berita IRNA ☫ (@IrnaEnglish) 28 Februari 2026
Menurut Politikyang mengutip seorang pejabat Amerika, Amerika Serikat meluncurkan lusinan rudal Tomahawk dari kapal perang dalam lingkup operasi, di mana mereka juga terlibat pesawat tempur.
Gambar dari kantor berita Mehr menunjukkan kekacauan setelah serangan udara yang menghancurkan sebagian wilayah Teheran, dengan kebakaran puing-puing dan merusak bangunan di seluruh ibu kota.
🐝 BREAKING: Rekaman baru dari Kantor Berita Mehr memperlihatkan kekacauan setelah serangan udara AS dan Israel yang menghancurkan sebagian wilayah Teheran dengan kebakaran puing-puing dan merusak bangunan di seluruh ibu kota. pic.twitter.com/h9WZFme9EE
— Lebah Berita (@XTheNewsBeeX) 28 Februari 2026
Sementara itu, pihak berwenang Iran mengecam tindakan tersebut kematian sedikitnya 40 orang mengikuti a Pengeboman Israel terhadap sebuah sekolah di provinsi Hormozgán, di selatan negara itu, yang juga menyebabkan 48 orang terluka.
Neraca terbaru yang dirilis oleh radio publik Iran, IRIB, tidak menyebutkan jumlah pastinya, meskipun dalam perkiraan sebelumnya gubernur Kabupaten Minab menyebutkan setidaknya 24 siswa tewas.
IRIB mengidentifikasi korban luka sebagai siswa di sekolah dasar Shajare Tayebédi mana terdapat sekitar 170 pelajar, tanpa ada komentar dari Tentara Israel atas tuduhan tersebut sejauh ini.
“Tidak Serangan hari ini oleh rezim Zionis Di kota Minab, sebuah sekolah dasar perempuan terkena dampak langsung dan, sejauh ini, ada sekitar 40 korban jiwa”, wakil gubernur provinsi selatan Hormozgan, Ahmad Nafisi mengumumkan.



