Teori eksplosif Alkitab yang menghubungkan Bahtera Nuh dengan delapan golongan darah modern pada manusia

Sebuah teori kontroversial yang menghubungkan delapan orang yang selamat dari Bahtera Nuh dengan delapan golongan darah manusia telah memicu perdebatan mengenai asal usul umat manusia.

Menurut AlkitabNuh, ketiga putranya, istrinya, dan istri putranya adalah satu-satunya manusia yang selamat dari banjir, dan kemudian menjadi nenek moyang setiap orang yang hidup saat ini.

Beberapa peneliti dan penggemar telah menunjukkan suatu kebetulan modern yang mencolok: delapan individu dalam Bahtera dan delapan golongan darah utama manusia yang dikenali oleh kedokteran.

Darah manusia diklasifikasikan menggunakan sistem ABO dan Rh, dengan empat kelompok utama, A, B, AB dan O, masing-masing ada sebagai Rh-positif atau Rh-negatif, menghasilkan delapan golongan darah yang umum: A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+ dan O-.

Teori ini telah memicu badai api di media sosial, dan para penganutnya memuji teori tersebut sebagai buktinya cetak biru ilahi. ‘Alkitab adalah cetak biru hidup dari tubuh manusia,’ salah satu pengguna menyatakan. Sementara itu, pihak yang skeptis dengan cepat menolaknya.

‘Kebetulan yang menarik, namun golongan darah berevolusi selama puluhan ribu tahun, bukan dari satu hambatan saja,’ tulis yang lain, menyoroti kehati-hatian ilmiah seputar klaim tersebut.

Namun genetika menunjukkan bahwa golongan darah ABO dan Rh diwariskan dari orang tua. Bahkan kelompok kecil yang berkerabat dekat dapat menghasilkan kedelapan jenis tersebut dari generasi ke generasi.

Dengan hanya delapan orang di Bahtera Nuh, campuran alel yang diwariskan mungkin telah menciptakan seluruh golongan darah yang ada saat ini, membuat kisah berusia berabad-abad ini tiba-tiba terasa sangat modern.

Menurut Alkitab, Nuh, ketiga putranya, istrinya, dan istri putra-putranya adalah satu-satunya manusia yang selamat dari banjir, dan kemudian menjadi nenek moyang setiap orang yang hidup saat ini.

Golongan darah O, yang paling umum di seluruh dunia, secara teori mungkin berasal dari salah satu anggota keluarga Nuh dan menyebar secara alami seiring bertambahnya populasi. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok kecil pendiri mungkin menjelaskan keragaman darah manusia modern.

Namun para ilmuwan menekankan bahwa golongan darah berevolusi selama jutaan tahun melalui mutasi genetik dan seleksi alam, yang sebagian besar dibentuk oleh kebutuhan untuk meningkatkan kekebalan terhadap penyakit.

Bentuk nenek moyang sistem ABO telah diidentifikasi pada primata yang berumur lebih dari 20 juta tahun, dengan Tipe O dianggap yang paling kuno.

Golongan darah lain kemungkinan besar muncul kemudian sebagai adaptasi terhadap patogen lingkungan tertentu, yang menggarisbawahi sejarah evolusi kompleks di balik keragaman darah manusia.

Terlepas dari penjelasan evolusioner ini, teori ini terus memicu perdebatan di dunia maya dan di kalangan akademis.

Para pendukungnya menganggap keselarasan angka yang mencolok ini lebih dari sekadar kebetulan, sementara para kritikus berpendapat bahwa genetika modern dan evolusi membuat hubungan tersebut hanya bersifat simbolis.

Influencer Kristen terkenal Oliver Burdick, mantan ateis, membagikan teori tersebut di media sosial, dengan menulis: ‘Bahtera Nuh memiliki 8 orang.

Saat ini, hanya ada 8 golongan darah di dunia. Terpisah ribuan tahun, namun jumlahnya sama.’ Postingannya dengan cepat memicu badai komentar.

Beberapa peneliti dan penggemar telah menunjukkan suatu kebetulan modern yang mencolok: delapan individu dalam Bahtera dan delapan golongan darah utama manusia yang dikenali oleh kedokteran.

‘Ini tidak hanya mungkin… itu benar,’ komentar salah satu pengguna.

Pengguna lain berbagi, ‘Tuhan tahu apa yang Dia lakukan,’ sementara satu orang mengatakan pernyataan itu ‘indah.’ Banyak komentar yang hanya berbunyi ‘menarik’.

Seorang pengguna X mengemukakan gagasan bahwa meskipun hubungan numerik antara Bahtera Nuh dan delapan golongan darah menarik, genetika menunjukkan dua orang tua dapat menghasilkan anak dengan salah satu dari delapan golongan darah tersebut.

Setiap anak mewarisi satu gen ABO dan satu gen Rh dari masing-masing orang tuanya, dan bergantung pada kombinasi alel dominan dan resesif, kedelapan golongan darah tersebut dapat muncul secara alami.

Namun, lebih banyak komentar yang menolak teori tersebut dibandingkan menerimanya sebagai kebenaran.

Salah satu pengguna mencatat bahwa delapan orang di Bahtera Nuh semuanya berkerabat dekat: Nuh, istrinya, ketiga putranya, dan istri mereka.

Meskipun beberapa orang berspekulasi bahwa kedua menantu perempuan tersebut mungkin adalah saudara perempuan, pengguna tersebut berpendapat bahwa populasi pasca-Banjir dimulai dari kelompok yang sangat kecil dan saling terkait, yang berarti generasi awal mungkin memiliki hubungan kekerabatan yang signifikan.



Tautan sumber