
- Permintaan pusat data AI mengurangi pasokan memori untuk perangkat konsumen
- Penjualan PC rekondisi meningkat 7% di pasar utama Eropa
- 40% laptop rekondisi dijual antara €200 dan €300 — pilihan yang jauh lebih murah bagi konsumen
Siapa pun yang membeli PC baru pada tahun 2026 kemungkinan akan menghadapi harga yang lebih tinggi dan kondisi pasokan yang lebih ketat dibandingkan beberapa tahun terakhir karena kekurangan chip, para ahli telah memperingatkan.
Produsen memori mengalokasikan lebih banyak kapasitas produksi ke komponen dengan margin tinggi yang ditujukan untuk AI pusat data daripada modul yang biasanya digunakan di PC mainstream dan ponsel pintar.
Pergeseran ini berkontribusi terhadap tekanan harga yang berkelanjutan di seluruh kategori perangkat keras konsumen, dengan sedikit bukti bahwa keringanan harga akan segera terjadi.
Keterbatasan memori membentuk kembali pasar PC
Perkiraan penjualan untuk perangkat baru masih belum merata, hal ini mencerminkan kehati-hatian pembeli dalam menghadapi kenaikan biaya, karena ketika pasokan komponen dibatasi secara struktural, vendor memiliki fleksibilitas terbatas untuk menyerap kenaikan harga.
Akibatnya, harga eceran untuk laptop dan desktop mengalami tren peningkatan, terutama untuk model yang memerlukan konfigurasi memori lebih besar.
Untuk pembeli yang mencari dapat diandalkan laptop bisnisperbedaan biaya antara sistem baru dan bekas menjadi semakin sulit untuk diabaikan.
Dengan latar belakang ini, PC rekondisi semakin mendapat perhatian di seluruh Eropa, dan keterjangkauan menjadi hal yang penting dalam keputusan pembelian.
Data dari analis pasar Context menunjukkan penjualan sistem rekondisi melalui saluran distribusi naik 7% pada kuartal keempat di Italia, Inggris, Jerman, Spanyol, dan Perancis.
Inggris mencatat pertumbuhan yang sangat kuat pada tahun 2025, dengan volume yang meningkat dua kali lipat dan melampaui Jerman sebagai pasar terbesar di kawasan ini.
Sensitivitas harga tampaknya menjadi pendorong utama permintaan, karena 40% laptop rekondisi berada dalam kisaran harga €200 hingga €300.
Pada saat yang sama, segmen €300 hingga €400 berkembang dari 15% menjadi 23% dari pasar refurbished dalam waktu satu tahun, yang berarti beberapa pembeli bersedia mengeluarkan lebih banyak uang untuk spesifikasi yang lebih baik.
Dimensi lain yang mendukung pertumbuhan laptop bekas adalah pertimbangan lingkungan.
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2024 memperingatkan bahwa limbah elektronik global dihasilkan hampir lima kali lebih cepat dibandingkan dengan daur ulang resmi – dengan rata-rata limbah elektronik tahunan per orang mencapai 11,2 kg, yang menggarisbawahi besarnya tantangan yang ada.
Undang-undang yang akan datang seperti Hak Perbaikan UE berupaya agar perangkat elektronik dapat diperbaiki bahkan setelah berpindah dari satu pengguna ke pengguna lainnya.
Undang-undang tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap suku cadang dan layanan perbaikan, sehingga lebih mudah dan terjangkau bagi konsumen dan bisnis untuk memperbaiki perangkat.
Apakah membeli barang bekas itu bijaksana tergantung pada toleransi terhadap perangkat keras lama dan potensi keterbatasan dalam cakupan garansi.
Namun, selama pasokan memori tetap terbatas dan harga perangkat baru terus meningkat, sistem yang diperbaharui kemungkinan akan tetap menjadi pertimbangan serius bagi pembeli yang sadar biaya.
Melalui Daftar
Ikuti TechRadar di Google Berita Dan tambahkan kami sebagai sumber pilihan untuk mendapatkan berita, ulasan, dan opini pakar kami di feed Anda. Pastikan untuk mengklik tombol Ikuti!
Dan tentu saja Anda juga bisa Ikuti TechRadar di TikTok untuk berita, review, unboxing dalam bentuk video, dan dapatkan update rutin dari kami Ada apa juga.



