Legenda tenis Steffi Graf telah mengambil peran baru bersama Lidl.
Pria berusia 56 tahun ini tinggal di Las Vegas bersama suaminya yang merupakan bintang tenis Andre Agassitapi dia menjadi selebriti terbaru yang bergabung dengan Lidl.
Sejak pensiun pada 1999, Graf memang tak terlalu sering menjadi sorotan publik.
Tapi semua itu akan berubah, dengan diumumkannya pria Jerman itu sebagai duta merek untuk rangkaian pakaian di supermarket tersebut.
Kampanye yang dipimpinnya mempunyai motto: “Temukan langkah Anda”, dan akan diluncurkan hari ini.
Lidl meluncurkan a rangkaian pakaian olahraga khusus yang ramah anggarandikenal sebagai Crivit.
Dia bergabung Arnold Schwarzenegger dan Heidi Klum, dan idenya adalah bahwa ini adalah merek olahraga yang dapat diakses oleh semua orang, dan Lidl merilis pakaian, berkemah dan aktivitas luar ruangan, bersepeda, kebugaran, lari, dan olahraga tim.
Ide untuk membawa Graf terinspirasi oleh kesuksesan merek DIY Lidl, Parkside.
Dalam siaran persnya, mereka berkata: “Menyusul kesuksesan merek Parkside kami, kini kami membuka salah satu kategori paling relevan untuk kehidupan yang lebih baik dengan Crivit: olahraga dan rekreasi.
“Fakta bahwa Stefanie Graf telah memilih Lidl untuk menyebarkan misinya merupakan tanda penghargaan yang besar dan, pada saat yang sama, bukti standar kualitas kami.”
Warisan Graf terus hidup
Saat bermain, Graf menjadi petenis nomor satu dunia dan mengukir sejarah.
Hingga hari ini, dia adalah satu-satunya pemain dalam sejarah yang meraih Golden Slam.
Hal ini terjadi pada tahun 1988, dan melibatkan memenangkan keempat Grand Slam dan Emas Olimpiade.
Jadi, hanya ada peluang setiap empat tahun bagi seseorang untuk melakukannya, namun fakta bahwa dia adalah satu-satunya orang dalam sejarah yang melakukannya, merupakan pencapaian yang menakjubkan.
Dan dia menjadi petenis putri nomor satu dunia selama 377 minggu sepanjang karirnya yang gemilang dan memenangkan 22 gelar Grand Slam.
Dia sangat jarang berbicara di depan umum, tetapi suaminya, Agassi, berbicara tentang reputasinya di lapangan pada tahun 2019.
Dia berkata: “Dia memiliki sifat atletis dibandingkan rekan-rekannya yang merupakan suatu kemewahan. Ketika dia dalam bentuk penuh, dia hanyalah seekor kuda yang tidak akan ditangkap.
“Bagi saya, tidak seperti itu. Saya tidak bisa begitu saja melewati orang-orang karena saya adalah seorang atlet atau berbakat dalam semua hal yang berbeda. Saya memiliki beberapa kekuatan, tetapi saya harus berpikir lebih jauh dari semua orang dan menerapkan strategi saya satu per satu, seperti sebuah teka-teki.
“Itu lebih melelahkan, dan Anda tidak mendapatkan hasil secara konsisten.”
Dan kini, ia kembali menjadi sorotan publik sebagai brand duta Lidl.



