Wikimedia

Kano Pesse

Perahu tertua yang diketahui berusia sekitar 10.000 tahun, namun ada ahli yang menyatakan bahwa manusia mungkin sudah mulai berlayar jauh lebih awal.

A kano Pesseperahu fisik tertua di dunia, dibuat sekitar tahun 8000 SM. Ditemukan pada tahun 1955 di rawa gambut di Belanda, kano dengan panjang sekitar 3 meter ini diukir dari sebatang pohon pinus dan sering disebut sebagai bukti konkrit tertua tentang kapal manusia. Namun meski artefak ini kuno, para peneliti semakin setuju bahwa manusia kemungkinan besar mulai menggunakan perahu puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu tahun sebelumnya.

Para arkeolog secara luas menerima bahwa manusia modern sudah menggunakan perahu ketika Homo sapiens tiba di Australia. Menurut Mikael Fauvelle, profesor arkeologi di Universitas Lund di Swedia, manusia tiba di Australia antara 50 ribu dan 65 ribu tahun yang lalu. Karena Australia terpisah dari benua Asia oleh lautan terbuka, bahkan pada saat permukaan laut rendah, migrasi ini memerlukan teknologi maritim.

Meskipun tidak ada perahu dari periode ini yang bertahan, bukti genetik mendukung hipotesis ini. Sebuah penelitian besar yang menganalisis hampir 2.500 genom Aborigin kuno dan modern menunjukkan bahwa Australia bagian utara dihuni sekitar 60.000 tahun yang lalu, yang bertepatan dengan penemuan arkeologi seperti perkakas batu dan pigmen, jelasnya. Sains Langsung.

Bukti yang lebih kontroversial menunjukkan adanya pelayaran laut yang lebih awal. Di pulau Kreta, Yunani, perkakas batu Paleolitik telah diberi tanggal setidaknya 130.000 tahun. Karena Kreta telah menjadi sebuah pulau selama jutaan tahun, manusia hanya bisa sampai ke sana dengan perahu. Namun, beberapa arkeolog mempertanyakan tanggal tersebut karena peralatan tersebut ditemukan di permukaan dan tidak memiliki penanggalan radiometrik yang tepat.

Penemuan lain memperluas kemungkinan navigasi maritim ke periode yang lebih jauh. Peralatan batu yang ditemukan di pulau Flores, Indonesia, sudah berumur antara 800 ribu hingga lebih dari 1 juta tahunmenunjukkan bahwa Homo erectus mungkin telah menyeberangi lautan jauh sebelum kemunculan Homo sapiens. Peralatan dengan usia serupa yang ditemukan di pulau tetangga, Sulawesi, memperkuat kemungkinan ini. Namun, tidak semua peneliti yakin bahwa penyeberangan ini disengaja.

Arkeolog John Cherry, dari Brown University, berpendapat bahwa hominid pertama mungkin mencapai pulau-pulau ini secara tidak sengaja dan berlayar ke sana rakit vegetasi terlantar karena banjir atau badai, suatu proses yang terjadi pada spesies hewan lainnya.

Mengapa manusia pertama kali masuk ke dalam air masih menjadi pertanyaan terbuka. Motivasi praktis seperti memancing, mengumpulkan sumber daya air, mengangkut barang-barang berat atau migrasi jarak jauh mungkin memainkan peran penting, begitu juga dengan rasa ingin tahu belaka.



Tautan sumber