
LHOON / Wikimedia
Investigasi yang dilakukan oleh Komisi Eropa menyimpulkan bahwa perusahaan induk CRRC, yang memasok bahan ke Mota-Engil untuk pembangunan Jalur Violet, mendapat manfaat dari subsidi di Tiongkok yang memungkinkan perusahaan tersebut memberikan harga yang lebih kompetitif.
Komisi Eropa mengidentifikasi bukti yang dianggap “cukup” bahwa perusahaan Portugal CRRC, pemasok sarana kereta api ke konsorsium yang dipimpin oleh Mota-Engil, secara tidak langsung mendapat manfaat dari subsidi luar negeri sebagai bagian dari kompetisi pembangunan jalur Violeta Metro Lisbon.
Investigasi mendalam dibuka pada awal November, setelah Brussels menyimpulkan, dalam analisis awal, bahwa bantuan ini mungkin telah mendistorsi pasar internal Uni Eropa, seperti dilansir the Bisnis.
Menurut Komisi, salah satu tanda utamanya adalah penyediaan barang dan jasa melalui kontrak publik yang diberikan kepada perusahaan induk CRRC Portugal, CRRC Tangshan, di Republik Rakyat Tiongkok. Kontrak-kontrak ini akan mempunyai potensi melebihi 36 miliar euro dalam tiga tahun sebelum pemberitahuan kompetisi. Brussels menekankan bahwa tidak mungkin untuk memastikan apakah kontrak-kontrak ini dihasilkan dari prosedur yang kompetitif, transparan dan non-diskriminatif, dan oleh karena itu tidak dapat dikesampingkan bahwa kontrak-kontrak tersebut memberikan manfaat bagi perusahaan. keuntungan langsung ke CRRC dan secara tidak langsung kepada anak perusahaannya di Portugal.
Tanda-tanda lain menunjuk pada memberikan subsidi negara pembayaran langsung ke CRRC, senilai sekitar 471 juta euro, serta manfaat pajak yang signifikan, yaitu pengurangan tarif pajak penghasilan badan sebesar 10 poin persentase, yang diterapkan terus menerus selama setidaknya tiga tahun. Menurut Komisi, keunggulan finansial ini memperkuat posisi kompetitif perusahaan di pasar Eropa.
Kompetisi yang dimaksud mengacu pada pembangunan jalur Violetametro permukaan ringan antara Loures dan Odivelas, yang harga dasarnya 600 juta euro. Konsorsium yang dibentuk oleh Mota-Engil, Zagope dan Spie Batignolles mengajukan tawaran terendah. Dokumentasi tender juga memberikan ambang batas tambahan sebesar 60 juta euro untuk penyediaan dan pemeliharaan sarana perkeretaapian.
Meskipun CRRC Portugal mengaku hanya sebagai pemasok dan bukan operator ekonomi langsung dalam tender tersebut, Komisi Eropa menganggapnya sebagai “subkontraktor utama”, mengingat bahwa mengamankan komponen pentings pelaksanaan kontrak, seperti penyediaan dan pemeliharaan kereta api. Bagi Brussels, terdapat indikasi bahwa subsidi yang diidentifikasi memungkinkan konsorsium untuk mengajukan proposal yang terlalu menguntungkan, sehingga mempengaruhi persaingan di pasar internal.



